Kamis, 15 Januari 2026

Pasar Rumah Seken Melambat: Harga Tak Bergerak, Suplai Turun Tipis


  • Kamis, 11 Desember 2025 | 18:30
  • | News
 Pasar Rumah Seken Melambat: Harga Tak Bergerak, Suplai Turun Tipis Ilustrasi - Pasar rumah seken melambat, harga tak bergerak, suplai turun tipis. (SHUTTERSTOCK)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Pasar properti nasional memasuki akhir 2025 dengan ritme yang lebih pelan. Berdasarkan Flash Report Rumah123, harga rumah secara keseluruhan tercatat stagnan pada November 2025, tanpa perubahan berarti dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan jika menengok pergerakan selama setahun, harga rumah justru turun tipis 0,2% dibandingkan November 2024 

Mandeknya harga ini menandai periode perlambatan pasar yang sudah terasa sejak pertengahan tahun. Dari 13 kota yang dianalisis, hanya Bandung (1,0%) dan Jakarta (0,2%) yang masih mencatat kenaikan bulanan. Selebihnya, harga bergerak datar bahkan menurun tipis, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Sementara itu, kondisi suplai juga memperlihatkan tren menurun. Resale Supply Index (RSI) turun 0,3% secara month-on-month, dan secara tahunan suplai tercatat lebih rendah 8,6% dibandingkan November 2024 .

Ini menunjukkan lebih sedikit pemilik yang melepas rumahnya ke pasar, sebuah pola yang kerap terjadi ketika konsumen memilih menahan aset di tengah ekonomi yang tidak terlalu agresif.

Situasi makro turut memperkuat gambaran perlambatan ini. Pada bulan yang sama, inflasi berada di level 2,72% year-on-year, lebih tinggi dari pertumbuhan harga rumah yang justru terkontraksi. Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga acuan di 4,75%, setelah serangkaian penurunan sepanjang 2025 yang diharapkan dapat mendorong pemulihan aktivitas ekonomi 

Dari sisi pergerakan kota, Denpasar dan Medan masih menyimpan napas pertumbuhan tahunan sebesar 3,4% dan 2,1%, sementara Bekasi menunjukkan kejutan positif dengan 1,5%, justru ketika banyak kota lainnya mengalami perlambatan.

Gambaran keseluruhan ini memperlihatkan pasar rumah seken Indonesia yang bergerak lebih hati-hati. Harga yang stagnan, suplai yang menurun, serta kesenjangan antara inflasi dan pertumbuhan harga properti mengindikasikan bahwa pelaku pasar—baik penjual maupun pembeli—sedang menunggu momentum baru sebelum benar-benar agresif melangkah pada tahun depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru