Senin, 14 September 2026

Properti Indonesia Makin Diminati Eropa, Segmen Premium hingga Data Center Jadi Incaran


  • Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:00
  • | News
 Properti Indonesia Makin Diminati Eropa, Segmen Premium hingga Data Center Jadi Incaran Ilustrasi - Data center dari Telkom. (ANTARA/HO-Telkom)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Minat investor asal Uni Eropa terhadap pasar properti Indonesia terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya sektor hunian premium, kawasan komersial yang mendukung industri masa depan juga diperkirakan akan menjadi tujuan investasi dalam beberapa tahun mendatang.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengatakan peluang tersebut terbuka lebar baik untuk sektor properti residensial maupun komersial. Menurutnya, segmen hunian mewah masih menjadi daya tarik utama bagi investor dan ekspatriat asal Eropa.

"Untuk sektor residensial, peluang terbesar ada pada hunian premium atau luxury residential, baik apartemen strata title maupun apartemen sewa," ujar Syarifah dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan riset Knight Frank Indonesia, penyewa asal Eropa menjadi salah satu kelompok tenant yang cukup dominan di apartemen sewa yang berada di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta maupun area premium di luar CBD. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan hunian berkualitas bagi kalangan profesional dan pelaku bisnis dari Eropa yang beraktivitas di Indonesia.

Sementara itu, pada sektor properti komersial, investor Eropa dinilai lebih tertarik pada proyek-proyek yang berkaitan langsung dengan pertumbuhan industri, logistik, serta transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Beberapa sektor yang diprediksi menjadi magnet investasi antara lain pengembangan energi baru dan terbarukan (renewable energy), pembangunan pusat data (data center), hingga industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Menurut Syarifah, investasi di sektor kendaraan listrik terutama berkaitan dengan pengolahan mineral kritis yang menjadi salah satu keunggulan sumber daya Indonesia. Pengembangan industri tersebut diyakini akan menciptakan efek berganda terhadap kebutuhan kawasan industri, pergudangan, hingga fasilitas logistik.

"Mineral kritis yang berkaitan dengan kendaraan listrik menjadi salah satu sektor yang banyak diminati investor Eropa. Perkembangan ini akan membuka peluang baru bagi sektor industri dan logistik di Indonesia," katanya.

IEU-CEPA Diyakini Perkuat Arus Investasi

Optimisme terhadap masuknya investasi Eropa juga diperkuat dengan semakin dekatnya penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

Kementerian Perdagangan menargetkan penandatanganan IEU-CEPA dapat dilakukan pada kuartal IV 2026.

Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Basaria Tiara Desika L. Gaol, menjelaskan bahwa secara substansi kesepakatan antara Indonesia dan Uni Eropa telah diselesaikan sejak September 2025.

Setelah melalui proses legal scrubbing yang kini telah rampung, kedua pihak memasuki tahapan akhir sebelum penandatanganan resmi.

Pemerintah berharap proses ratifikasi dapat berlangsung cepat sehingga seluruh tahapan selesai pada kuartal I 2027. Dengan demikian, perjanjian tersebut dapat segera berlaku (entry into force) dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, termasuk meningkatkan arus investasi di sektor properti, industri, dan logistik Indonesia.

Kesepakatan IEU-CEPA diyakini akan menjadi katalis penting bagi peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas pada berbagai sektor strategis di Tanah Air.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru