Sabtu, 07 Maret 2026

Anomali Awal Tahun: Suplai Rumah Sekunder Turun 9,2%, Harga Hunian Compact Jakarta Pusat Melonjak 36,4%


  • Senin, 09 Februari 2026 | 17:30
  • | Hunian
 Anomali Awal Tahun: Suplai Rumah Sekunder Turun 9,2%, Harga Hunian Compact Jakarta Pusat Melonjak 36,4% Ilustrasi - Hunian compact di Jakarta Pusat jadi primadona. (CASA Indonesia)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Awal 2026 membawa warna tak biasa bagi pasar properti Indonesia. Di saat banyak sektor masih berhati-hati menghadapi inflasi dan gejolak ekonomi global, properti sekunder justru memperlihatkan wajah yang lebih kokoh.

Data Flash Report Februari 2026 by Rumah123 mengungkap fenomena menarik: volume suplai rumah menyusut 9,2% secara tahunan, namun harga tetap tumbuh 0,7% YoY.

Kondisi ini memberi sinyal bahwa pasar tidak sedang lesu, melainkan sedang menata ulang keseimbangannya. Banyak pemilik memilih menahan aset dibanding melepas di harga rendah. Properti kembali diposisikan sebagai benteng nilai, terutama ketika pasar modal dan nilai tukar bergerak fluktuatif.

Inflasi tahunan Januari 2026 yang menyentuh 3,55% sempat memicu kekhawatiran terhadap daya beli. Namun respons pasar justru berlawanan. Listing rumah turun 1,7% secara bulanan dan terkontraksi 9,2% secara tahunan. Artinya, pemilik lebih memilih mode “wait and see” ketimbang buru-buru menjual.

Fenomena ini dibaca sebagai strategi rasional untuk melindungi nilai kekayaan. Di tengah ketidakpastian, aset fisik seperti rumah dinilai lebih aman dibanding instrumen lain yang lebih volatil.

Menanggapi situasi tersebut, Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, menegaskan bahwa data yang muncul justru memperkuat karakter properti sebagai instrumen defensif.

“Data kami mempertegas posisi properti sebagai ‘safe haven’. Ketika indikator makro seperti inflasi bergerak di atas pertumbuhan harga rata-rata, respons pasar justru rasional, suplai ditarik atau ditahan. Hal ini bukan menandakan kelesuan, melainkan bukti tingginya holding power pemilik aset di Indonesia yang menolak melikuidasi aset di harga rendah, demi menjaga nilai kekayaan mereka dari gerusan inflasi,” ungkap Marisa.

Regional Mulai Unjuk Gigi

Menariknya, peta keuntungan tidak lagi bertumpu pada Jakarta semata. Ibu kota memang mencatat koreksi tipis 0,4% YoY, namun kota-kota regional justru melaju lebih kencang.

Yogyakarta tumbuh 5,2% dan Medan 3,8% secara tahunan—keduanya melampaui laju inflasi nasional. Artinya, investor mulai menemukan sumber pertumbuhan baru di luar Jabodetabek. Diversifikasi portofolio ke kota berkembang kini bukan lagi pilihan alternatif, melainkan strategi utama.

Unit Compact Jadi Primadona

Kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga di level 4,75% ikut menggerakkan segmen yang sensitif terhadap likuiditas. Dampaknya paling terasa di Jakarta Pusat. Harga hunian kecil dengan luas maksimal 60 m² melejit hingga 36,4% YoY—angka yang tergolong spektakuler.

Lonjakan ini menggambarkan perubahan selera pasar. Konsumen urban semakin rasional: memilih unit dengan harga tiket lebih terjangkau, lokasi strategis, dan biaya perawatan efisien. Hunian compact menjawab kebutuhan mobilitas sekaligus keterbatasan daya beli.

“Permintaan kini terkonsentrasi pada unit-unit compact yang dinilai lebih rasional secara finansial. Kenaikan harga signifikan di Jakarta Pusat menunjukkan bahwa likuiditas pasar tidak hilang, tetapi berpindah ke segmen yang paling efisien,” tambah Marisa.

Menuju Titik Seimbang Baru

Secara keseluruhan, laporan Rumah123 membaca bahwa pasar properti sedang meninggalkan pola lama berbasis spekulasi, menuju fase yang lebih sehat berbasis kebutuhan riil. Pengetatan suplai bukan tanda kemunduran, melainkan bentuk kepercayaan pemilik terhadap nilai jangka panjang asetnya.

Rumah123 pun menegaskan komitmennya menyediakan data yang transparan dan terukur. Di tengah ekonomi yang penuh tantangan, informasi kredibel menjadi kompas penting bagi masyarakat untuk menentukan langkah—baik membeli, menjual, maupun berinvestasi—sejalan dengan visi #RumahUntukSemua.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hunian Terbaru