Loading
Perubahan gaya hidup membuat satu ruang di rumah kini memiliki banyak fungsi sekaligus. (Foto: Ilustrasi IKEA)
JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM — Cara kita menggunakan rumah sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu setiap ruang memiliki fungsi yang jelas, kini batas-batas itu semakin kabur. Satu ruang bisa menjadi tempat bekerja, makan, bahkan beristirahat—semuanya dalam waktu yang bersamaan.
Fenomena ini menjadi perhatian IKEA Indonesia, yang melihat semakin banyak rumah menghadapi tantangan serupa: ruang yang harus menampung berbagai aktivitas sekaligus tanpa kehilangan kenyamanan.
Menurut Interior Design Leader IKEA Indonesia, Muhammad Yusuf Attorik, perubahan ini bukan sekadar soal fungsi ruang yang bergeser. Lebih dari itu, beberapa kebutuhan kini hadir dalam waktu bersamaan.
“Desain tidak lagi cukup hanya untuk satu fungsi. Ruang harus bisa beradaptasi tanpa menciptakan hambatan dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya dalam forum arsitektur ARCH:ID 2026.
Ketika Ruang Tak Lagi Punya Batas Jelas
Perubahan ini tidak hanya terjadi di rumah, tetapi juga di ruang publik. Area duduk yang awalnya dirancang untuk satu kebutuhan kini sering dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas—mulai dari menunggu, bekerja, hingga berkumpul.
Di rumah, kondisi ini terasa lebih nyata. Ruang makan yang awalnya luas bisa tiba-tiba terasa sempit saat digunakan untuk bekerja sambil mendampingi anak. Area duduk yang rapi berubah fungsi ketika seseorang mulai memindahkan posisi furnitur untuk aktivitas lain.
Masalahnya bukan selalu soal ukuran ruang, melainkan cara penggunaannya yang terus berubah.
Desain Terlalu Kaku Jadi Masalah
Desain interior yang terlalu spesifik justru sering kali menjadi kendala. Ketika ruang hanya dirancang untuk satu fungsi, ia sulit beradaptasi dengan kebutuhan baru.
Akibatnya, ruang terasa semrawut—bukan karena kecil, tetapi karena tidak dirancang untuk fleksibilitas.
Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan ruang selalu berubah:
Semua itu terjadi dalam ruang yang sama.
Kunci Jawaban: Fleksibilitas
IKEA Indonesia melihat rumah sebagai sistem yang terus beradaptasi. Artinya, desain tidak perlu selalu terlihat rapi atau “sempurna”, tetapi harus tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi.
Ruang yang baik adalah ruang yang:
“Yang penting bukan ruang terlihat sempurna, tapi tetap bisa digunakan meski aktivitas di dalamnya berubah setiap hari,” jelas Attorik.
Rumah Masa Kini: Adaptif dan Dinamis
Tren ini menunjukkan satu hal penting: rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang dinamis.
Desain masa kini dituntut untuk:
Karena pada akhirnya, ruang akan selalu mengikuti penggunanya—bukan sebaliknya.
Tentang IKEA
IKEA didirikan oleh Ingvar Kamprad pada tahun 1943 di Småland, Swedia. Nama IKEA merupakan singkatan dari inisial pendirinya serta asal tempat ia dibesarkan.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, IKEA menghadirkan produk rumah tangga yang fungsional, desain sederhana, dan harga terjangkau. Konsep “do-it-yourself” menjadi ciri khasnya, memungkinkan produk dikemas efisien dan mudah dirakit.
Di Indonesia, IKEA hadir melalui PT Rumah Mebel Nusantara dengan sejumlah toko di berbagai kota, termasuk Alam Sutera, Sentul, Bandung, Jakarta, Bali, dan Surabaya.