KPR 30 Tahun Sedang Digodok, Himperra Sebut Cicilan Rumah Bisa Lebih Ringan


  • Kamis, 07 Mei 2026 | 19:30
  • | News
 KPR 30 Tahun Sedang Digodok, Himperra Sebut Cicilan Rumah Bisa Lebih Ringan Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono, didampingi Ketua DPD Himperra Jawa Tengah Sugiyatno, bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, saat pembukaan Rakerda Himperra Jateng, di Semarang, Kamis (7/5/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

SEMARANG, PROPERTI.ARAHKITA.COM — Kabar baik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah. Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mengungkapkan adanya rencana memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 30 tahun.

Langkah ini dinilai dapat membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan generasi muda yang selama ini masih kesulitan membeli rumah.

Ketua Umum DPP Himperra, Ari Tri Priyono mengatakan kebijakan tersebut saat ini masih terus dimatangkan bersama pemerintah pusat.

“Sudah ada kebijakan kami di pusat, terus berkoordinasi untuk membuat angsuran itu tidak lagi 20 tahun, tapi nanti bisa sampai 30 tahun,” ujar Ari saat pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 Himperra Jawa Tengah di Semarang, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, tenor kredit yang lebih panjang akan membuat nominal cicilan bulanan menjadi jauh lebih terjangkau. Bahkan, untuk skema rumah subsidi FLPP, angsurannya disebut berpotensi berada di bawah Rp1 juta per bulan.

“Jadi nanti bisa di bawah Rp1 juta untuk angsuran FLPP. Ini sedang terus dimatangkan. Ditunggu saja, masih on the way,” katanya.

Target 350 Ribu Rumah Subsidi

Himperra menilai kebijakan tersebut juga menjadi salah satu strategi untuk mendorong pencapaian target pembangunan 350 ribu rumah subsidi pada 2026.

Tahun sebelumnya, realisasi pembangunan rumah subsidi tercatat sudah mencapai sekitar 280 ribu unit. Karena itu, Himperra optimistis target tahun ini bisa tercapai.

“Kami berharap 350.000 rumah tercapai tahun ini. Tahun lalu sudah 280 ribuan rumah. Tinggal sekitar 60 ribuan rumah lagi,” kata Ari.

Milenial Jadi Sasaran Baru

Tak hanya fokus pada rumah subsidi, Himperra juga mendorong hadirnya skema pembiayaan rumah untuk kalangan milenial dengan penghasilan menengah.

Menurut Ari, banyak generasi muda yang sebenarnya memiliki penghasilan cukup, mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan, tetapi belum tertarik membeli rumah subsidi karena lokasi yang dianggap terlalu jauh dari pusat aktivitas.

Kelompok ini umumnya mencari rumah dengan kisaran harga Rp200 juta hingga Rp300 juta, di atas harga maksimal rumah FLPP yang saat ini berada di angka Rp166 juta.

Karena itu, pemerintah disebut tengah menggodok skema KPR menengah dengan bunga yang lebih kompetitif dibanding KPR komersial biasa.

“Memang bunganya tidak 5 persen seperti FLPP. Mungkin sekitar 7 sampai 8 persen. Bisa juga fasilitasnya tidak sepenuhnya bebas BPHTB, mungkin hanya sebagian,” jelasnya dikutip Antara.

Dengan skema tersebut, Himperra berharap keluarga muda tetap bisa memiliki rumah dengan cicilan yang masih terjangkau tanpa harus membeli hunian yang terlalu jauh dari kota.

Sementara itu, Ketua DPD Himperra Jawa Tengah, Sugiyatno menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu penyumbang besar program rumah subsidi nasional.

Dari target nasional tahun lalu, Jawa Tengah berkontribusi sekitar 24 ribu unit rumah. Adapun kontribusi Himperra Jawa Tengah mencapai sekitar 9.800 unit atau hampir 40 persen dari total pengadaan rumah FLPP di wilayah tersebut.

“Harapannya tahun ini meningkat dua kali lipat,” ujarnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru