Hunian Vertikal Jadi Solusi Kota Masa Depan, Pakar ITB: Efisien Lahan dan Kurangi Kemacetan


 Hunian Vertikal Jadi Solusi Kota Masa Depan, Pakar ITB: Efisien Lahan dan Kurangi Kemacetan Ilustrasi - Sejumlah anak-anak bermain di Rusun Petamburan, Jakarta Pusat, (ANTARA FOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/hma/foc.)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Keterbatasan lahan di kota-kota besar membuat pembangunan rumah tapak semakin sulit dilakukan. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan hunian terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini mendorong munculnya solusi yang dinilai lebih efisien, yakni pembangunan hunian vertikal.

Menurut pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), konsep ini bukan hanya menghemat lahan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kota yang berkelanjutan.

Pakar perumahan dan permukiman ITB, Jehansyah Siregar, menegaskan bahwa hunian vertikal merupakan salah satu bentuk pengembangan kawasan perkotaan yang paling sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

"Secara sistem bangunan maupun tata ruang kota, bangunan vertikal memang menjadi salah satu bentuk konsep perumahan dan permukiman berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya kota yang berkelanjutan," ujar Jehansyah saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, pembangunan hunian vertikal mampu menekan penggunaan lahan secara berlebihan sekaligus menghambat terjadinya urban sprawl, yaitu meluasnya perkembangan kota secara tidak terkendali ke wilayah sekitarnya.

Ia menjelaskan, konsep compact housing yang diterapkan pada bangunan vertikal membuat pemanfaatan ruang menjadi lebih efisien. Selain menghemat lahan, konsep ini juga mendukung penggunaan infrastruktur perkotaan secara optimal, termasuk membantu mengurangi kemacetan akibat perjalanan yang semakin jauh.

"Bangunan vertikal akan membuat penggunaan infrastruktur dan tata ruang kota menjadi lebih efisien," katanya.

Jehansyah menilai urban sprawl menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan kota modern. Tanpa perencanaan yang baik, ekspansi kawasan perkotaan dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, meningkatnya biaya infrastruktur, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau.

Karena itu, pembangunan hunian vertikal dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk mengendalikan pertumbuhan kota agar lebih tertata.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah kini mengarahkan penyediaan rumah di kawasan perkotaan melalui pembangunan hunian vertikal.

Menurut Maruarar, keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam memenuhi kebutuhan rumah masyarakat di kota-kota besar.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sebanyak 9,6 juta unit, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.

Kebijakan pengembangan hunian vertikal tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemanfaatan lahan di kawasan perkotaan lebih efisien dan tidak seluruhnya digunakan untuk pembangunan rumah tapak.

Selain itu, pemerintah akan memanfaatkan lahan yang disediakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pembangunan rumah susun serta kawasan kota satelit yang ditujukan bagi masyarakat.

Dengan semakin terbatasnya ruang di kawasan perkotaan, pembangunan hunian vertikal dipandang sebagai solusi jangka panjang yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menciptakan kota yang lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hunian Terbaru