Rabu, 14 Januari 2026

Gratis PPN Rumah hingga 2027, Sinyal Cerah untuk Bisnis Properti Indonesia


  • Kamis, 06 November 2025 | 15:00
  • | News
 Gratis PPN Rumah hingga 2027, Sinyal Cerah untuk Bisnis Properti Indonesia CEO Cikarang Internasional City (Cinity) Ming Liang (tengah) bersama Founder Cinity Asmat Amin (paling kiri) dan CEO Inspire Healthcare and Witness Nursing Academy Jasmine Goh saat konferensi pers di HNI Plaza, Jakarta Timur, Kamis (6/11/2025). ANTARA/HO-Cinity

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM — Sektor properti nasional kian optimistis menatap masa depan. Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah hingga akhir 2027, yang diyakini menjadi angin segar bagi geliat ekonomi dan bisnis properti di Tanah Air.

Founder Cikarang International City (Cinity), Asmat Amin, menyebut langkah ini menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap sektor properti yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian nasional.

“Pasar properti akan membaik karena pemerintah sudah sangat sadar bahwa sektor ini adalah lokomotif ekonomi nasional,” ujarnya saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama di HNI Plaza Ballroom, Jakarta Timur, Kamis (6/11/2025).

Asmat menambahkan, dukungan bank dalam menawarkan berbagai program dan kemudahan pembiayaan membuat pasar properti semakin bergairah.

“Dengan adanya insentif dan dukungan dari perbankan, ke depan sektor ini akan tumbuh lebih sehat dan menarik,” katanya.

Properti Jadi Motor Ekonomi Nasional

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai sektor properti memiliki efek ganda terhadap ratusan industri pendukung di bawahnya.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, mau tidak mau sektor properti harus bergerak. Ada sekitar 180 industri yang ikut terdorong ketika properti tumbuh,” jelasnya.

Kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian rumah ini diperpanjang hingga 31 Desember 2027, dari sebelumnya berakhir pada 2026. Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, sekaligus menopang permintaan properti baru.

Pemerintah Dorong Kredit Murah dan Daya Beli

Selain insentif pajak, pemerintah juga menempatkan Rp200 triliun dana dari Bank Indonesia ke lima bank milik negara — Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI — untuk mendorong penurunan suku bunga kredit properti.

Langkah ini diyakini akan menggerakkan berbagai sektor turunan, mulai dari bahan bangunan hingga konsumsi rumah tangga. Ketika pembelian rumah meningkat, permintaan terhadap semen, cat, furnitur, hingga makanan dan minuman juga ikut terdongkrak.

Cinity Siap Jadi Ikon Kota Mandiri Cikarang

Optimisme terhadap sektor ini juga ditunjukkan oleh Cikarang International City (Cinity), proyek mega township milik PT Sri Pertiwi Sejati (SPS) Group yang mengembangkan kawasan seluas 500 hektare di Cikarang.

Cinity menggandeng empat tenant dan brand ternama, yakni Kopi Kenangan, Inspire Health & Wellness (IHW) Nursing Academy Singapore, Sempvrna Clinic by Euromedica Group, dan Cinity Padel Arena.

“Kami berharap kehadiran tenant besar ini akan memperkuat posisi Cinity sebagai kota mandiri dengan konsep one stop solution—tempat untuk tinggal, bekerja, dan berinvestasi,” ujar Asmat.

CEO Cinity, Ming Liang, menambahkan bahwa kerja sama dengan brand global ini bukan hanya memperkaya fasilitas kawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bekasi dan Cikarang.

“Cinity ingin menjadi magnet ekonomi baru, tempat berkumpulnya bisnis, pendidikan, hiburan, dan hunian modern,” katanya dikutip Antara.

Dengan perpanjangan insentif PPN hingga 2027 dan dukungan kuat dari pemerintah serta perbankan, bisnis properti Indonesia diprediksi akan terus tumbuh positif. Bagi masyarakat, ini adalah momentum tepat untuk memiliki rumah impian. Bagi pengembang, inilah saatnya memperluas peluang investasi di sektor yang kian menjanjikan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru