Selasa, 19 Mei 2026

Hunian Vertikal di Lahan KAI: Astra Garap Proyek 1.000 Rusun di Tamansari


  • Minggu, 05 April 2026 | 20:30
  • | News
 Hunian Vertikal di Lahan KAI: Astra Garap Proyek 1.000 Rusun di Tamansari Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kiri), Menteri PKP Maruarar Sirait (tengah), Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Donny Oskaria (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/4/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Kebutuhan hunian terjangkau di Jakarta kembali mendapat angin segar. PT Astra International Tbk (Astra) berencana membangun sekitar 1.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, tepatnya di kawasan strategis sekitar Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.

Proyek ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT), dua kelompok yang selama ini masih kesulitan mengakses hunian layak di pusat kota.

Hunian vertikal ini akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 0,65 hektare atau 6.500 meter persegi di Jalan Lada Dalam, Kecamatan Tamansari. Saat ini, area tersebut masih digunakan sebagai lahan parkir dan fasilitas operasional KAI.

Hunian Nyaman di Lokasi Strategis

Setiap unit rusun dirancang cukup ideal untuk keluarga kecil, dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi, serta luas bangunan sekitar 35 meter persegi. Dengan konsep hunian vertikal terpadu, proyek ini diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan sekaligus efisiensi ruang di tengah padatnya Jakarta.

Kedekatannya dengan Stasiun Jakarta Kota menjadi nilai tambah utama. Akses transportasi publik yang mudah membuat kawasan ini dinilai sangat potensial untuk berkembang dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, bahkan menyebut lokasi ini sebagai salah satu kawasan dengan prospek hunian masa depan yang menjanjikan.

Dibangun dengan Skema CSR

Menariknya, pembangunan rusun ini akan menggunakan skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Artinya, pihak swasta membangun, namun aset tetap menjadi milik negara.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa skema ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dan swasta untuk mempercepat penyediaan hunian.

“Tanahnya milik negara, dibangun oleh swasta melalui CSR, lalu dikembalikan kepada negara,” jelasnya dikutip Antara.

Target Mulai Tahun Ini

Pihak Astra memastikan proyek akan segera berjalan setelah status legalitas lahan dipastikan. Sementara itu, pemerintah optimistis pembangunan bisa dimulai pada tahun ini.

Langkah ini menjadi bagian dari program besar pemerintah dalam menyediakan 3 juta rumah bagi masyarakat, sekaligus mengurangi backlog perumahan nasional yang masih tinggi.

Dengan hadirnya rusun ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa tinggal dekat pusat aktivitas ekonomi tanpa harus terbebani harga properti yang tinggi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru