Rabu, 14 Januari 2026

Harga Rumah Sekunder Naik 0,2% di Akhir 2025: Pasar Properti Mulai Bergerak Lagi?


  • Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:30
  • | News
 Harga Rumah Sekunder Naik 0,2% di Akhir 2025: Pasar Properti Mulai Bergerak Lagi? Ilustrasi - Harga rumah sekunder Indonesia naik 0,2% pada Desember 2025. (Pixabay)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Ada kabar yang menarik dari pasar rumah sekunder di penghujung tahun. Setelah beberapa bulan bergerak pelan, harga rumah sekunder nasional tercatat naik 0,2% secara bulanan pada Desember 2025. Secara tahunan, kenaikannya mencapai 0,7% dibanding Desember 2024.

Data ini tercatat dalam Flash Report Rumah123 Januari 2026 yang memakai Resale Price Index (RPI) sebagai indikator perubahan harga, dan Resale Supply Index (RSI) untuk membaca suplai listing rumah sekunder. 

Namun, ada catatan penting: kenaikan ini bukan berarti pasar langsung “panas”. Justru, tren 2025 memperlihatkan pergerakan harga yang melambat, dan Desember menjadi momen kenaikan tipis setelah bulan sebelumnya sempat mengalami kontraksi tahunan.

8 dari 13 Kota Mengalami Kenaikan Harga Bulanan

Menariknya, tidak semua kota stagnan. Dalam indeks yang dirilis, 8 dari 13 kota mencatatkan kenaikan harga bulanan. Beberapa kota mencolok:

  • Surakarta naik 3,8% (month-on-month)
  • Makassar naik 1,7%
  • Yogyakarta naik 1,3%

Ringkasan ini tercantum dalam bagian eksekutif laporan. Dengan kata lain, pasar tidak naik merata, tapi ada titik-titik tertentu yang terlihat mulai “bergerak” lebih cepat.

Tapi Inflasi Masih Lebih Tinggi dari Kenaikan Harga Rumah

Di tengah kabar kenaikan harga rumah, laporan ini juga memberi konteks ekonomi yang penting: inflasi IHK Desember 2025 tercatat 2,92% (yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding kenaikan tahunan harga rumah sekunder. 

Artinya, secara sederhana: kenaikan harga rumah tidak secepat kenaikan harga barang/jasa secara umum.

Dalam laporan disebutkan bahwa pada periode April–Desember, inflasi konsisten berada di atas pertumbuhan tahunan RPI. 

Kenaikan Tipis Bisa Jadi “Sinyal Akhir Tahun”

Laporan juga menggarisbawahi fenomena musiman. Perlambatan di Desember bisa mengindikasikan kecenderungan akhir tahun: transaksi dan permintaan melemah karena masyarakat menahan belanja atau fokus pada kebutuhan lain.

Namun tetap, kenaikan nasional pada Desember dapat dibaca sebagai sinyal: pasar rumah sekunder tidak jatuh bebas, melainkan bergerak hati-hati menuju 2026.

Flash Report menyebut secara ringkas: “Harga rumah di Indonesia secara keseluruhan tercatat naik 0,2% pada bulan Desember 2025… Secara year-on-year, keseluruhan harga rumah lebih tinggi 0,7% dari bulan Desember 2024.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru