Minggu, 03 Mei 2026

Bekasi Menguat, Surakarta Melonjak: Peta Kota yang ‘Menang‘ di Pasar Rumah Sekunder


  • Minggu, 18 Januari 2026 | 12:00
  • | News
 Bekasi Menguat, Surakarta Melonjak: Peta Kota yang ‘Menang‘ di Pasar Rumah Sekunder Ilustrasi - Properti Bekasi kembali tumbuh positif dan di Desember mencapai pertumbuhan tahunan 2,4%.  (bekasiguide.com)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Kalau melihat peta kota, pasar properti sekunder Indonesia ternyata tidak bergerak seragam. Ada kota yang menguat tipis, ada yang melesat, ada juga yang perlahan.

Dalam Flash Report Rumah123 Januari 2026, beberapa kota muncul sebagai sorotan utama karena performa harga bulanan yang tinggi.

Kota dengan Kenaikan Harga Bulanan Tertinggi

Pada Desember 2025:

  • Surakarta +3,8% (MoM)
  • Makassar +1,7%
  • Yogyakarta +1,3% 

Sementara itu, di Jabodetabek:

  • Depok +1,3% (MoM)
  • Bekasi +0,4% (MoM) 

Ini menarik karena memperlihatkan bahwa “titik panas” bukan hanya kota metropolitan utama, melainkan kota satelit dan kota budaya/pendidikan yang punya demand stabil.

Bekasi: Bangkit Setelah Lama Kontraksi

Salah satu bagian paling menarik adalah cerita Bekasi. Laporan mencatat, Bekasi sempat mengalami kontraksi cukup panjang pada periode Januari–Oktober. Namun mulai November, Bekasi kembali tumbuh positif dan di Desember mencapai pertumbuhan tahunan 2,4%. 

Ini bisa memberi sinyal bahwa pasar rumah sekunder di area penyangga Jakarta punya “ketahanan” tersendiri, terutama jika harga Jakarta dianggap makin sulit dijangkau.

Denpasar dan Makassar Masih Kuat Secara Tahunan

Secara year-on-year, laporan menyebut kenaikan tercepat terjadi di:Denpasar +2,5%Bekasi +2,4%Makassar +2,2%

Walau angka ini tidak setinggi periode-periode tertentu sebelumnya, tetap terlihat bahwa beberapa kota memiliki daya dorong lebih kuat dibanding yang lain.

2026 Akan Ditentukan oleh Selektivitas Lokasi

Buat calon pembeli rumah di 2026, pesan besarnya begini:

  • tren kenaikan harga masih tipis,
  • suplai menurun,
  • dan kota-kota tertentu akan makin kompetitif.

Artinya, strategi yang paling masuk akal adalah: bukan sekadar “beli cepat”, tapi beli dengan seleksi lokasi yang tepat.

Ringkasan laporan menyebut:

“8 dari 13 kota dalam indeks kami mencatatkan kenaikan secara month-on-month. Surakarta, Makassar dan Yogyakarta mencatatkan kenaikan harga tertinggi…”

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru