Selasa, 20 Januari 2026

Anak Muda Mendominasi Pencarian Rumah 2025, tapi Kenapa Banyak yang Belum Beli?


  • Selasa, 20 Januari 2026 | 20:30
  • | News
 Anak Muda Mendominasi Pencarian Rumah 2025, tapi Kenapa Banyak yang Belum Beli? Ilustrasi - Anak muda mendominasi pencarian rumah 2025. (Foto: Lippo Karawaci)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Kalau dulu tren properti sering dibaca dari sudut pandang developer dan investor, tahun 2025 punya cerita berbeda: anak muda tampil sebagai penggerak utama. Bukan hanya ramai di obrolan media sosial, tapi juga terekam jelas di data pencarian hunian.

Rumah123 merangkum temuan ini lewat laporan “123 Property Recap 2025 | The Youth Move”, sebuah rangkuman insight yang fokus pada perilaku generasi muda Indonesia dalam mencari dan mempertimbangkan hunian sepanjang tahun 2025. 

Namun ada satu hal menarik: ramai mencari, bukan berarti langsung membeli.Anak muda adalah “aktor utama” pencarian rumah

Sepanjang 2025, aktivitas pencarian hunian di portal Rumah123 didominasi kelompok usia produktif. Yang paling aktif adalah:

  • 18–24 tahun: 19,9%
  • 25–34 tahun: 25,6%
  • 35–44 tahun: 18,0% 

Kalau dijumlah, totalnya mencapai 63,5% dari pencarian—angka yang menunjukkan bahwa Gen Z dan young millennial (18–44 tahun) bukan lagi penonton, melainkan pemain utama dalam dinamika pencarian rumah.

Tapi di sinilah twist-nya: pencarian tinggi ini tidak otomatis berarti mereka siap jadi pembeli.

Anak Muda Mencari Rumah dengan Cara Berbeda

Laporan “The Youth Move” menekankan bahwa bagi generasi muda, mencari rumah itu proses eksplorasi jangka menengah. Banyak yang memakai fase pencarian sebagai momen untuk:

  • memahami rentang harga pasar,
  • membandingkan tipe hunian,
  • menimbang lokasi dan akses,
  • lalu mengaitkan semuanya dengan kesiapan finansial. 

Dengan kata lain, mereka tidak sekadar “kepo rumah impian”, tapi sedang menghitung: “Apakah hidupku sudah siap untuk cicilan panjang?”Ini selaras dengan pola umum yang terbaca dari laporan tersebut: anak muda lebih rasional membaca harga dan kemampuan finansial, makin sadar fungsi hunian sesuai fase hidup, dan lebih memprioritaskan konektivitas dibanding sekadar gengsi lokasi. 

Kenapa Pencarian Tinggi tapi Pembelian Belum Meledak?

Di balik angka, ada realitas yang dekat dengan kehidupan banyak anak muda hari ini.

  • Rumah bukan keputusan impulsif Banyak generasi muda tidak ingin membeli rumah hanya karena FOMO. Mereka lebih berhati-hati, memikirkan “value jangka panjang”—baik sebagai tempat tinggal, maupun sebagai aset. 
  • Mereka mengejar “cukup”, bukan “besar” Laporan ini memberi sinyal perubahan mindset. Anak muda tidak lagi mengejar rumah besar sebagai simbol sukses. Yang dicari justru hunian yang cukup: fungsional, sesuai kebutuhan, dan masuk akal bagi keuangan. 
  • Menunda beli sampai hidup lebih stabil Transisi hidup generasi produktif—awal karier, menikah, membesarkan anak—membuat banyak orang menahan keputusan sampai semuanya terasa “klik”: kebutuhan hidupnya jelas, penghasilannya stabil, dan tabungan lebih aman.

Di titik ini, mencari rumah menjadi cara untuk menata masa depan, bukan transaksi kilat.

Jadi, Siapa Sebenarnya Generasi Muda di Dunia Properti?

Mereka bukan generasi yang pasif. Justru sebaliknya: mereka sangat aktif, tetapi dengan cara yang berbeda.

Generasi muda hari ini adalah:

  • pembaca data,
  • pembanding harga,
  • penakar kemampuan cicilan,
  • dan perencana hidup.

Mereka menggerakkan pasar bukan lewat pembelian massal, melainkan lewat perubahan cara memilih rumah: lebih logis, lebih terencana, dan lebih realistis.Dan ini baru awal.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru