Rabu, 14 Januari 2026

​Sinyal Hijau Properti 2026: Saatnya Industri Hunian ‘Bangun Tidur‘ dan Meroket


  • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:30
  • | News
 ​Sinyal Hijau Properti 2026: Saatnya Industri Hunian ‘Bangun Tidur‘ dan Meroket Ilustrasi - Foto udara kawasan perumahan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024) (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc/pri.)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - ​Kabar baik bagi Anda yang sedang menanti waktu tepat untuk melirik sektor hunian! Tahun 2026 diprediksi bukan sekadar angka di kalender, melainkan garis start bagi kebangkitan industri properti di tanah air. Setelah melewati masa-masa "dingin" akibat pandemi dan tantangan ekonomi global, kini angin segar mulai berembus kencang.

​Anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Panangian Simanungkalit, mengungkapkan optimisme tinggi bahwa siklus lesu properti sudah berakhir. Tanda-tandanya sudah terlihat sejak penghujung 2025, di mana ekonomi mulai merangkak naik secara signifikan.

​Mengapa 2026 Begitu Spesial?

​Kunci utamanya ada pada korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli. Berdasarkan prinsip growth elasticity, industri properti biasanya tumbuh 1,5 hingga 1,7 kali lipat lebih cepat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

​"Jika ekonomi tumbuh di angka 5,2 persen saja, sektor properti bisa melesat hingga 8 atau bahkan 10 persen," jelas Panangian.

​Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah di angka 5,4 persen dan Bank Indonesia di kisaran 5,1 - 5,6 persen, tahun ini menjadi momentum emas bagi para pengembang dan investor untuk kembali "bermain" di pasar.​

Bernostalgia dengan Era 'Booming' 2010

Bagi Anda yang ingat masa keemasan properti tahun 2010-2012 di era Presiden SBY, Panangian melihat ada kemiripan pola. Saat itu, ekonomi baru saja pulih di tahun 2009, lalu setahun kemudian pasar properti langsung meledak karena menjadi instrumen investasi favorit saat harga komoditas naik.

Situasi serupa diprediksi berulang. Dengan dukungan kebijakan pemerintah—seperti perpanjangan diskon PPN DTP 100 persen dan tren penurunan suku bunga—hambatan bagi masyarakat untuk memiliki hunian mulai terkikis.

​Amunisi Baru: Kehadiran BP3R

​Bukan cuma soal angka ekonomi, akselerasi ini juga akan didorong oleh mesin baru pemerintah. Sebentar lagi, kita akan menyambut lahirnya Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat (BP3R).

​Terinspirasi dari kesuksesan HDB di Singapura dan TOKI di Turki, lembaga ini akan menjadi "tangan kanan" Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mengeksekusi program Tiga Juta Rumah warisan kepemimpinan Prabowo-Gibran.

​"Lembaga ini akan menjadi eksekutor tangguh yang berkoordinasi langsung dengan industri. Harapannya, sebelum Lebaran tahun ini, BP3R sudah resmi meluncur," tambah Panangian dikutip Antara.

Waktunya Ambil Posisi

​Dengan titik terendah yang sudah terlewati di tahun-tahun sebelumnya, 2026 adalah tahun transisi dari pemulihan menuju lonjakan. Baik Anda seorang pencari rumah pertama (first-time home buyer) maupun investor berpengalaman, tahun ini menawarkan peluang yang sulit untuk dilewatkan.

​Kombinasi antara insentif pajak, kelembagaan yang lebih kuat, dan ekonomi yang stabil menjadikan properti sebagai instrumen paling menjanjikan untuk menjaga nilai aset Anda di masa depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru