Loading
Temuan Inventure 2024 ungkap 2 dari 3 Gen Z yakin tidak bisa membeli rumah pertama dalam tiga tahun ke depan. (Inventure 2024)
JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Di tengah kondisi ekonomi yang kurang stabil, dan harga properti yang kian naik tapi tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan. 2 dari 3 Gen Z yakin tidak bisa membeli rumah pertama dalam tiga tahun ke depan.
“Kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka, biaya hidup yang terus meningkat, hingga gaya hidup FOMO, FOPO, hingga YOLO menjadi faktor utama yang menghambat Gen Z dalam membeli rumah.” ujar Yuswohady, Managing Partner Inventure
Hal ini diperkuat dengan temuan Inventure 2024 dalam acara Press Conference Indonesia Industry Outlook 2025 dengan tema Indonesia Market Outlook 2025: Kelas Menengah Hancur, Masihkah Bisnis Mantul? dimana 24% Gen Z lebih mengutamakan konsumsi experience seperti nonton konser, liburan, membeli gadget terbaru, dll dibanding menabung untuk membeli rumah.
Meskipun alasan yang paling mendominasi adalah harga rumah semakin tinggi (80%), pendapatan terlalu kecil (45%) dan pekerjaan yang tidak tetap (34%).
Di sisi lain, jikapun Gen Z dapat membeli rumah pertama, skema yang paling realistis bagi Gen Z adalah cicilan dengan tenor yang cukup lama di atas 20 tahun. Hal ini tercermin dari riset Inventure 2024, dimana preferensi tenor cicilan rumah dengan durasi 15-20 tahun diangka 54% dan 20-30 tahun diangka 36%, berbanding terbalik dengan durasi di bawah 15 tahun yang memiliki angka yang rendah yaitu 10%.
Indonesia Industry Outlook (IIO) 2025 adalah riset rutin yang dilakukan oleh Inventure. Riset ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan tren yang akan dihadapi oleh industri di tahun mendatang