Rabu, 14 Januari 2026

Hindari Kegagalan, Begini Aturan Dasar Bisnis Properti


  • Jumat, 14 Desember 2018 | 16:46
  • | Tips
 Hindari Kegagalan, Begini Aturan Dasar Bisnis Properti Bisnis properti termasuk bisnis yang bergengsi (Net)

BISNIS properti memang merupakan jalur bisnis yang terus menggeliat. Hal tersebut dipengaruhi oleh permintaan pasar yang terus meningkat. Di samping kebutuhan terhadap properti terus bertambah, bisnis properti termasuk salah satu bisnis yang bergengsi, tidak hanya ditingkat lokal, tetapi juga internasional. Inilah mengapa bisnis properti begitu marak dan berkembang di belahan dunia mana pun. Lantas, apa saja prinsip dasar dalam berbisnis properti? Simak uraian berikut.

1. Mengetahui IlmunyaMengetahui ilmu dari sesuatu yang akan dikerjakan akan mempermudah dan memperlancar Anda dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Maka, demikian pula jika Anda ingin terjun dalam bisnis properti, Anda wajib menguasai atau minimal mengetahui ilmunya agar Anda tidak menjadi pebisnis yang bingung.

2. Menentukan Pilihan PropertiSeperti diketahui, properti memiliki banyak jenis, dan harus menentukan pilihan investasi properti jenis apa yang akan Anda bangun, apakah ruko, perumahan, apartemen, atau yang lainnya. Jika memilih ruko, Anda harus dapat memperkirakan apakah nantinya orang-orang akan tertarik dengan ruko Anda. Semua ini tak lepas dari perhitungan yang matang. Jika Anda ingin berinvestasi dalam skala kecil, yang lebih cocok bagi Anda adalah properti residensial. Namun, jika Anda ingin berinvestasi dalam jumlah atau skala yang besar, lebih baik memilih properti komersial.

3. Menilai Properti secara Objektif dan BenarAnda harus mampu menilai properti secara objektif dan benar. Bahkan, Anda harus melihat secara langsung properti yang akan dipilih sebelum mengadakan perjanjian untuk bertemu dengan agen real estate. Pada umumnya, orang yang akan membeli atau berinvestasi properti ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dari biaya yang sudah dikeluarkannya. Konsep sederhananya adalah buy low sell high, menginginkan sebuah aset yang nilainya lebih tinggi daripada harganya. Oleh karena itu, sebelum membuat sesuatu kesepakatan, Anda harus melakukan penilaian objektif terhadap properti agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari.

4. Memilih Lokasi yang Tepat dan StategisLokasi memang menentukan nilai sebuah properti. Anda harus mempertimbangkan fasilitas-fasilitas apa saja yang terdapat di sekitar properti yang Anda pilih. Investor, penyewa, maupun pembeli cenderung lebih tertarik pada properti yang lokasinya strategis. Anda harus menghindari membeli aatau berinvetasi properti yang lokasinya tidak prospek, karena dampaknya bisa menurunkan nilai properti itu sendiri dan mengurangi minat orang-orang untuk menyewa atau membelinya.

Jauh lebih menarik minat para pembeli maupun penyewa, jika lokasi yang Anda pilih berada tidak jauh dari rumah sakit, swalayan, bank, ATM, sekolah, pasar, layanan transportasi, dan layanan umum masyarakat lainnya. Karena itu, Anda perlu melakukan observasi dan perkiraan-perkiraan terhadap kemungkinan terbaik dari suatu lokasi yang Anda pilih. Jangan terburu-buru untuk memilih atau menyepakati, sebelum yakin bahwa hal tersebut sangat prospektif. Anda tentunya tidak mau bisnis properti Anda tidak memberikan profit, bukan? Sekali lagi, lokasi termasuk salah satu faktor apakah bisnis properti Anda akan banyak diminati orang atau tidak.

5. Memilih Agen Real Estate yang JelasJika ingin menggunakan jasa agen properti, Anda harus mencari agen yang sudah legal dan terbukti telah lama berkecimpung dalam bisnis properti. Hindari agen-agen yang tidak jelas atau tidak resmi. Tidak ada salahnya, Anda meminta pendapat atau berbagi pengalaman dengan orang-orang yang sudah mahir di bidang ini.

6. Lebih Berhati-hati dalam Masalah KeuanganKalau sudah berbicara masalah modal atau keuangan, mungkin akan membuat kening sedikit berkerut, karena tidak semua orang mempunyai banyak uang untuk memulai bisnis properti. Padahal, kesempatan untuk memulai atau terjun dalam bisnis properti itu terbka sangat lebarbagi semua orang, tak terkecuali bagi kalangan yang minim modal sekalipun. Jika pada kenyataannya, modal benar-benar minim, sementara Anda sangat ingin terjun ke bisnis properti, maka lakukan peminjaman ke bank, dengan catatan harus siap menerima segala konsekuensi dan ketentuan yang sudah diatur oleh pihak bank, termasuk membayar bunga pinjaman. Intinya, Anda harus lebih berhati-hati terkait masalah keuangan, jika ingin berbisnis properti. Sebab perencanaan yang salah dapat membuat Anda terjebak dalam utang yang tak terbayar. Sebab, hal ini bisa berakibat fatal bagi masa depan Anda.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tips Terbaru