Loading
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggelar Program Lelang Akbar BTN 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026). BTN siap membanjiri 10.000 hunian second ke pasar properti nasional melalui program Lelang Akbar BTN 2026. (ANTARA/Aji Cakti)
JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Tren rumah second dan properti lelang kini semakin menarik perhatian masyarakat. Selain menawarkan harga yang lebih terjangkau, banyak aset berada di kawasan yang sudah berkembang dengan fasilitas publik yang lengkap. Melihat peluang tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menghadirkan strategi baru untuk memperluas akses kepemilikan hunian melalui program Lelang Akbar BTN 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya BTN memperkuat ekosistem pasar properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat luas. Tak tanggung-tanggung, BTN menyiapkan sekitar 10.000 unit hunian second untuk dipasarkan ke publik melalui mekanisme lelang.
SEVP Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, mengatakan minat masyarakat terhadap rumah second terus meningkat karena faktor harga dan lokasi yang dinilai lebih strategis dibandingkan hunian baru di kawasan pinggiran.
“Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Senin (25/5/2026) dikutip Antara.
Menariknya, BTN menawarkan sejumlah properti dengan harga yang bisa mencapai hingga 40 persen di bawah harga pasar. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar, terutama bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama maupun investor yang mencari aset properti bernilai kompetitif.
Tak hanya menawarkan harga yang lebih rendah, BTN juga menghadirkan dukungan pembiayaan melalui skema kredit rumah second dengan bunga mulai dari 5 persen. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah yang tengah didorong pemerintah.
Properti yang dilelang pun cukup beragam. Mulai dari rumah tapak, apartemen, ruko, hingga aset komersial lainnya tersedia di berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, kota-kota besar di Pulau Jawa, hingga kawasan luar Jawa.
Sebagian besar aset tersebut berada di lingkungan yang telah berkembang, dengan akses infrastruktur yang memadai, fasilitas umum yang tersedia, dan komunitas hunian yang sudah terbentuk. Faktor ini menjadi nilai tambah karena pembeli tidak perlu menunggu pembangunan kawasan dari awal seperti pada proyek hunian baru.
BTN juga optimistis kinerja lelang properti pada 2026 akan semakin meningkat. Perseroan menargetkan tingkat keberhasilan lelang mencapai 35 persen, setelah sebelumnya mencatat performa tertinggi di antara bank-bank Himbara pada 2025 dengan realisasi sebesar 34,4 persen.
Di tengah tantangan harga properti yang terus naik, strategi lelang rumah seperti ini dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas kepemilikan hunian yang lebih inklusif. Selain memberi peluang bagi masyarakat memperoleh rumah dengan harga lebih ramah di kantong, langkah tersebut juga membantu menghidupkan pasar properti second yang semakin potensial dalam ekonomi hijau dan berkelanjutan.