Loading
Gaya brutalist kini makin disukai terutama oleh para kreatif muda dan profesional arsitektur. (Liputan6.com)
DESAIN fasad bukan lagi sekadar "wajah rumah", tapi juga jadi pernyataan gaya hidup dan karakter si pemilik. Di tahun 2025, tren fasad rumah di Indonesia makin beragam—menggabungkan unsur lokal, fungsionalitas, dan estetika global. Mulai dari yang sejuk tropis sampai gaya eksperimental yang berani, semuanya punya pesona tersendiri.
Berikut tiga gaya fasad yang diprediksi akan dominan di 2025, lengkap dengan inspirasi dari rumah-rumah di Bali, Bandung, dan BSD.
1. Minimalis Tropis: Adem, Fungsional, dan Ramah Iklim
Ciri khas:
Atap miring atau overhang lebar
Ventilasi silang (cross ventilation)
Material natural: kayu, batu alam, roster
Warna-warna hangat dan earthy tone
Gaya ini tak pernah benar-benar hilang di Indonesia, tapi di 2025 akan makin matang karena dikombinasikan dengan teknologi bangunan hijau dan material lokal yang lebih ramah lingkungan.
Inspirasi:
Rumah-rumah vila di Ubud dan Canggu, Bali
Proyek eco-residence di Yogyakarta dan Bintaro
Fasad rumah dengan permainan breeze block (roster) dan taman vertikal
Kenapa cocok di Indonesia?Iklim tropis kita memang menuntut desain yang berpikir tentang panas, cahaya, dan angin. Gaya ini bukan cuma cantik, tapi benar-benar nyaman ditinggali.
2. Japandi: Simpel Skandinavia Bertemu Hangatnya Jepang
Ciri khas:
Bentuk kotak sederhana
Warna netral seperti beige, putih tulang, dan abu muda
Bukaan besar dengan bingkai hitam tipis
Material kayu terang dan batu ekspos
Japandi adalah gabungan Japanese dan Scandinavian yang populer di kalangan milenial urban. Di 2025, Japandi akan tampil lebih lokal: tetap simpel, tapi dengan sentuhan tropis seperti tanaman indoor, kanopi kayu, dan elemen bambu.
Inspirasi:
Perumahan premium di BSD dan Alam Sutera
Kafe-kafe mungil bergaya Japandi di Jakarta Selatan
Rumah-rumah studio arsitek muda yang bermain dengan ruang dan cahaya.
Kenapa digemari?Gaya ini memberi kesan calm dan rapi, sangat cocok untuk generasi yang suka rumah sebagai tempat healing dan estetika.
3. Brutalis Modern: Bold, Tegas, dan Anti-Mainstream
Ciri khas:
Dinding beton ekspos
Jendela besar berbentuk geometris
Permainan bayangan dan pencahayaan alami
Nyaris tanpa dekorasi tambahan
Meski terkesan “dingin”, gaya brutalist kini makin disukai terutama oleh para kreatif muda dan profesional arsitektur. Fasad brutalist memberikan kesan modern, kuat, dan "berani beda".
Inspirasi:
Studio kreatif dan hunian arsitek di Bandung
Bangunan eksperimental karya firm lokal di Jogja dan Surabaya
Rumah-rumah urban di Kemang dan Cipete dengan tekstur beton kasar
Catatan:Agar tidak terlihat terlalu kaku, banyak arsitek kini mengombinasikan beton ekspos dengan elemen hangat seperti kayu, taman kecil, atau lighting dramatis di malam hari.
Tren Lain yang Mulai Muncul:
Tropical-Industrial: kombinasi fasad ala Bali dengan sentuhan besi, beton, dan roster besar
Fasad Modular: elemen fasad yang bisa diubah sesuai musim atau kebutuhan
Rumah Dua Wajah: desain fasad depan formal, fasad belakang lebih santai untuk ruang keluarga.
Tips Menentukan Desain Fasad Rumah:
1. Pertimbangkan iklim lokal – jangan hanya estetika, pikirkan arah matahari dan sirkulasi angin
2. Sesuaikan dengan lingkungan sekitar – agar tetap harmonis dan tidak "menabrak"
3. Pilih material yang tahan cuaca dan mudah dirawat
4. Gunakan jasa arsitek atau desainer yang paham gaya dan kebutuhan kamu
Tahun 2025 adalah saat di mana desain fasad tak hanya soal gaya, tapi juga tentang kesadaran ruang, alam, dan nilai personal. Rumah bukan sekadar tempat tinggal—tapi juga identitas dan refleksi hidup. (Diolah dari berbagai sumber)