Loading
Ilustrasi - Gading Serpong merupakan salah satu kota mandiri yang dibangun secara modern dengan dukungan infrastruktur yang baik. (Foto: Paramaount Land)
JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Ada satu data yang menarik (dan jujur saja, sedikit “menampar” cara pandang lama): Tangerang menjadi wilayah paling dicari pencari rumah per akhir tahun 2025.
Kalau dulu kita terbiasa menganggap “paling dicari” itu pasti Jakarta, kini ceritanya mulai bergeser. Dalam laporan 123 Property Recap 2025 Rumah123, Tangerang duduk di posisi pertama dengan 13,9%, mengungguli beberapa wilayah Jakarta yang selama ini identik sebagai pusat hunian dan pusat aktivitas.
Kenapa ini penting? Karena ini bukan sekadar soal ranking wilayah. Ini adalah indikator perubahan besar: cara orang Indonesia menilai lokasi strategis sedang berubah.
10 Wilayah Paling Dicari Pencari Rumah (Per Akhir 2025)
Berikut daftar lengkapnya:
Dari sini kita bisa menangkap pola besar:
wilayah penyangga Jabodetabek (Tangerang, Tangsel, Bekasi) menguat, sementara pusat kota (Jakarta Pusat) melemah.
Lokasi Strategis Kini Bukan Lagi “Dekat Pusat Kota”
Laporan Rumah123 menegaskan sebuah kesimpulan yang gampang dipahami siapa pun:
Artinya, orang sekarang menimbang:
Bukan cuma soal “di tengah kota”, tapi soal “hidupnya enak atau tidak”.
Kenapa Tangerang Bisa Mengunci Posisi #1?
Kalau kita tarik ke realitas lapangan, Tangerang punya paket lengkap yang dicari pembeli rumah masa kini:
1) Konektivitas yang “Jadi”
Akses tol, jalur menuju Jakarta, dan jalur penghubung ke berbagai titik aktivitas membuat Tangerang terasa dekat—meskipun secara administrasi di luar Jakarta.
2) Banyak Pilihan Hunian + lifestyle
Mulai dari perumahan, cluster, apartemen, sampai area yang berkembang jadi pusat bisnis baru, Tangerang menyediakan banyak opsi sesuai gaya hidup.
3) Rasio “Harga vs Manfaat” Lebih Masuk Akal
Pembeli makin realistis. Ketika harga pusat kota makin tinggi, mereka mencari wilayah yang tetap dekat, tapi lebih ramah untuk cicilan dan kebutuhan keluarga.
Urban Sprawl: Dulu Wacana, Sekarang Realita
Data ini juga menguatkan hal lain: urban sprawl bukan lagi teori.
Urban sprawl adalah fenomena ketika kota berkembang melebar: orang tinggal makin jauh dari pusat kota, karena pusatnya terlalu mahal atau terlalu padat — dan area pinggiran berkembang menjadi pusat hidup baru.
Dan menurut laporan Rumah123, 2025 menunjukkan ini dengan jelas:
pencari rumah kini lebih rasional, realistis, dan fungsional.
Kalimat kuncinya: fungsional.
Orang tidak lagi “mengejar gengsi alamat”. Yang dikejar adalah:
Peta Hunian Indonesia Sedang Dibentuk Ulang
Jadi kalau kamu bertanya, “mengapa Tangerang bisa mengalahkan banyak wilayah Jakarta?” jawabannya sederhana:karena definisi strategis sudah berubah.
Dari “dekat pusat kota” → menjadi “dekat akses hidup”.
Dan perubahan ini tidak akan berhenti di 2025. Ini akan terus membentuk tren 2026 dan seterusnya, terutama karena pembeli dan pencari rumah semakin didominasi generasi produktif yang maunya praktis, rasional, dan punya value.