Loading
Hunian dengan konsep TOD (Net)
JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta atau Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta MRT ditargetkan dapat menampung 60 ribu penumpang tiap hari.
"Targetnya 60 ribu itu per hari. Jadi, kita mulai dengan 65 ribu pelan-pelan jadi 135 ribu," ujar William di Jakarta, Rabu (12/12) dikutip Antara.
Perkembangan ini tentu sangat berpengaruh signifikan terhadap pengembangan properti yang menyasar lahan disekitar penyediaan MRT. Umumnya disebut hunian berkonsep TOD atau Transit Oriented Development. Konsep TOD merupakan program pengembangan kawasan properti yang memaksimalkan fungsi transportasi massal seperti MRT.
Bukan hanya transportasi masal saja, konsep TOD juga memasilitasi jalan untuk pejalan kaki dan sepeda. Konsep ini sebelumnya sudah banyak diterapkan di negara lain seperti Jepang, Amerika, Korea Selatan, dan Hongkong. Dikutip dari laman rumah.com, berikut keuntungan memiliki hunian dengan konsep TOD
1. Lebih murah
Semakin sempitnya lahan di ibu kota membuat harga tanah semakin mencekik. Karena itu, banyak pengembang menyasar kawasan pinggiran Jakarta, seperti Serpong, Cibubur, Karawang, dan Cikarang untuk membangun hunian TOD.
Secara tak langsung hal ini juga berpengaruh terhadap harga yang ditawarkan. Dan dengan harga mulai dari Rp 200 jutaan maka Anda sudah bisa mendapatkan hunian berkonsep TOD.
Selain murah, banyaknya pengembang yang memilih membangun hunian di pinggir Jakarta juga sekaligus mendukung pemerintah dalam program pemerataan pembangunan. Dengan begitu pembangunan tak hanya terpusat di Jakarta saja.
2. Praktis dan Bebas Macet
Konsep hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal sedikit banyaknya pun bisa mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Pemilik yang tinggal di hunian TOD tidak akan dipusingkan dengan urusan transportasi. Istimewanya, semua pilihan transportasi dijamin bebas macet, seperti commuter line, MRT, dan LRT yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
3. Lebih Hemat
Berapa rupiah dana yang Anda keluarkan per bulan untuk pos transportasi harian? Tinggal di hunian berkonsep TOD jelas akan memangkas bujet transportasi Anda. Untuk menuju kantor atau pusat kota, tak perlu lagi mengeluarkan uang bensin, atau ongkos ojek online. Biaya transportasi massal yang ditetapkan pemerintah akan berkali lipat jauh lebih murah.
4. Meningkatkan Kualitas Hidup
Hunian berkonsep TOD juga akan mendekatkan jarak tempuh menuju terminal transportasi massal, menciptakan efisiensi dalam hal jarak, waktu, dan tenaga. Dengan segala kepraktisan yang ditawarkan otomatis kualitas dan taraf hidup Anda akan meningkat.
Selain itu, tingkat stres pun akan berkurang karena hunian TOD akan dilengkapi dengan area komersial dan fasilitas umum yang terintegrasi dalam satu kawasan sehingga memudahkan penghuni melakukan aktivitas sehari-hari.
5. Investasi Menjanjikan
Properti-properti di sekitar atau dekat dengan mass rapid transit atau MRT dan light rail transit atau LRT punya potensi mengalami pertumbuhan harga luar biasa ke depannya. Kenaikan harga tanah dan properti rata-rata bisa 15 persen sampai 20 persen per tahun dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pihak MRT pun gencar melakukan sosialiasi menjelang pengoperasian MRT ini. "Saya yakin bisa tercapai (jumlah target penumpang), yang terpenting saat ini adalah agar masyarakat merawat dan memulai menggunakan itu. Jadi sekarang kita sosialiasi habis-habisan di berbagai media," ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar.
Ia juga berharap kereta cepat fase I mulai dapat beroperasi pada pertengahan Maret 2019, sementara fase 2 tengah direncanakan akhir Desember 2018 atau awal Januari 2019 untuk peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menuju ke kota.