Rabu, 14 Januari 2026

Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Cicil Rumah dengan Bunga Rendah, Subsidi hingga Rp150 Miliar


  • Senin, 15 September 2025 | 20:30
  • | News
 Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Cicil Rumah dengan Bunga Rendah, Subsidi hingga Rp150 Miliar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) menjawab pertanyaan wartawan selepas mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi 2025, yang terdiri atas salah satunya delapan program untuk tahun 2025 dalam jumpa pers di Kantor Presiden RI, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (15/9/2025). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Kabar baik bagi pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah resmi meluncurkan stimulus baru yang memungkinkan anggota BPJS TK membeli atau mencicil rumah dengan bunga lebih ringan. Jika sebelumnya bunga kredit rumah dipatok BI rate plus 5 persen, kini diturunkan menjadi BI rate plus 3 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan salah satu dari delapan stimulus ekonomi yang diumumkan pemerintah di Jakarta pada Senin (15/9/2025).

“Peserta BPJS Ketenagakerjaan berjumlah lebih dari 40 juta orang. Melalui program ini, iuran mereka dapat dimanfaatkan, misalnya untuk uang muka pembelian rumah. Dengan bunga yang lebih rendah, harapannya semakin banyak pekerja yang bisa memiliki rumah,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan.

Tak hanya untuk pekerja, fasilitas bunga rendah ini juga menyasar pengembang perumahan. Jika sebelumnya bunga kredit bagi developer ditetapkan BI rate plus 6 persen, kini diturunkan menjadi BI rate plus 4 persen. Selain itu, pemerintah juga memberikan relaksasi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dari Otoritas Jasa Keuangan untuk mempermudah akses pembiayaan.

Airlangga menambahkan, dana subsidi bunga tersebut ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan alokasi mencapai Rp150 miliar. Dana ini digunakan untuk membiayai sekitar 1.050 unit rumah.

Adapun penyaluran kredit bunga rendah ini akan dilakukan melalui beberapa skema, antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, serta pemanfaatan langsung dana BPJS TK bagi pekerja yang rutin membayar iuran.

“Tahun ini targetnya sekitar 1.000 rumah, tetapi pada 2026 jumlahnya akan ditingkatkan. Hal ini mendukung program Presiden untuk menyediakan tiga juta rumah bagi masyarakat,” jelas Airlangga dilansir Antara.

Peluncuran kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi bertajuk “8+4+5”. Paket tersebut mencakup delapan program pada 2025, empat program lanjutan di 2026, serta lima program khusus penciptaan lapangan kerja. Program ini diumumkan Airlangga bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru