Rabu, 14 Januari 2026

Inflasi 2,86% Lebihi Pertumbuhan Harga Rumah, Gap Kian Melebar pada Oktober 2025


  • Kamis, 20 November 2025 | 06:30
  • | News
 Inflasi 2,86% Lebihi Pertumbuhan Harga Rumah, Gap Kian Melebar pada Oktober 2025 Ilustrasi Pilihan rumah tinggal di Yogyakarta. (jogjapropertinet)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Inflasi Indonesia pada Oktober 2025 tercatat mencapai 2,86% year-on-year (YoY), melampaui pertumbuhan harga rumah sekunder nasional yang hanya tumbuh 0,3% YoY. Data ini tercantum dalam Flash Report November 2025 dari Flash Report November 2025 yang dirilis oleh Rumah123.com  berdasarkan analisis RPI dan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari BPS.

Perbedaan antara inflasi dan pertumbuhan harga rumah yang mencapai 2,3% menunjukkan gap terlebar dalam tujuh bulan terakhir. Rumah123.com menyebutkan bahwa sejak April hingga Oktober 2025, inflasi konsisten berada di atas pertumbuhan Resale Price Index (RPI).

RPI Nasional Melambat Sejak Pertengahan TahunPertumbuhan RPI tercatat berada di bawah 1% sejak Juni 2025, dengan kisaran 0,2%–0,8% YoY. Penurunan ini mengindikasikan perlambatan pasar rumah sekunder secara nasional, terutama di kota-kota yang sebelumnya mencatat pertumbuhan kuat.

Sementara itu, inflasi justru meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,65% YoY, memperlebar jarak antara kenaikan harga rumah dan kenaikan biaya hidup.

Tiga Kota Masih Tumbuh di Atas Inflasi

Meski secara nasional pertumbuhan harga rumah tertinggal dari inflasi, tiga kota tetap mencatatkan kenaikan harga tahunan yang lebih tinggi dibanding inflasi, yaitu:Yogyakarta: +2,1% di atas inflasiDenpasar: +0,8% di atas inflasiMakassar: +0,8% di atas inflasi

Kenaikan ini menunjukkan bahwa beberapa pasar regional masih memiliki daya tahan kuat, terutama yang ditopang aktivitas ekonomi, pariwisata, dan permintaan hunian yang stabil.

Efek ke Pasar: Pembeli Lebih Selektif, Daya Beli Tertekan

Kondisi inflasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan harga rumah membuat:

  • Pembeli semakin selektif dalam menentukan lokasi dan ukuran hunian.
  • Konsumen menahan pembelian, terutama untuk hunian menengah ke atas.
  • Pasar sekunder bergerak lebih lambat, menyusul suplai dan harga yang stagnan.

Tren ini dapat terus berlanjut apabila inflasi tetap berada di level tinggi hingga akhir tahun.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru