Loading
Ilustrasi Pilihan rumah tinggal di Yogyakarta. (jogjapropertinet)
JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Inflasi Indonesia pada Oktober 2025 tercatat mencapai 2,86% year-on-year (YoY), melampaui pertumbuhan harga rumah sekunder nasional yang hanya tumbuh 0,3% YoY. Data ini tercantum dalam Flash Report November 2025 dari Flash Report November 2025 yang dirilis oleh Rumah123.com berdasarkan analisis RPI dan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari BPS.
Perbedaan antara inflasi dan pertumbuhan harga rumah yang mencapai 2,3% menunjukkan gap terlebar dalam tujuh bulan terakhir. Rumah123.com menyebutkan bahwa sejak April hingga Oktober 2025, inflasi konsisten berada di atas pertumbuhan Resale Price Index (RPI).
RPI Nasional Melambat Sejak Pertengahan TahunPertumbuhan RPI tercatat berada di bawah 1% sejak Juni 2025, dengan kisaran 0,2%–0,8% YoY. Penurunan ini mengindikasikan perlambatan pasar rumah sekunder secara nasional, terutama di kota-kota yang sebelumnya mencatat pertumbuhan kuat.
Sementara itu, inflasi justru meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,65% YoY, memperlebar jarak antara kenaikan harga rumah dan kenaikan biaya hidup.
Tiga Kota Masih Tumbuh di Atas Inflasi
Meski secara nasional pertumbuhan harga rumah tertinggal dari inflasi, tiga kota tetap mencatatkan kenaikan harga tahunan yang lebih tinggi dibanding inflasi, yaitu:Yogyakarta: +2,1% di atas inflasiDenpasar: +0,8% di atas inflasiMakassar: +0,8% di atas inflasi
Kenaikan ini menunjukkan bahwa beberapa pasar regional masih memiliki daya tahan kuat, terutama yang ditopang aktivitas ekonomi, pariwisata, dan permintaan hunian yang stabil.
Efek ke Pasar: Pembeli Lebih Selektif, Daya Beli Tertekan
Kondisi inflasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan harga rumah membuat:
Tren ini dapat terus berlanjut apabila inflasi tetap berada di level tinggi hingga akhir tahun.