Rabu, 14 Januari 2026

Makassar Melonjak 8,4%, Medan Menguat: Pasar Rumah Seken Luar Jawa Kian Bergairah


  • Jumat, 21 November 2025 | 23:00
  • | News
 Makassar Melonjak 8,4%, Medan Menguat: Pasar Rumah Seken Luar Jawa Kian Bergairah umah di Makassar. (Foto: Pius/PropertiTerkini.com)

JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Pasar rumah seken di luar Pulau Jawa kembali menunjukkan geliat kuat pada Oktober 2025. Berdasarkan Flash Report resmi Rumah123.com, dua kota besar — Makassar dan Medan — menjadi motor penggerak dengan kinerja yang jauh melampaui rata-rata nasional. Di saat harga rumah nasional turun tipis 0,3% secara bulanan, wilayah luar Jawa justru mencatat tren positif yang semakin mempertegas pergeseran dinamika pasar. 

Makassar Melesat 8,4%: Lonjakan Tertinggi Nasional

Makassar tampil sebagai kota dengan kenaikan harga bulanan tertinggi di Indonesia, mencapai 8,4% MoM. Lonjakan ini mencolok karena terjadi setelah dua bulan sebelumnya kota ini sempat mengalami kontraksi cukup dalam (-7% pada Agustus dan -10,3% pada September).

Kembalinya pertumbuhan harga dalam skala besar mengindikasikan dua hal:

  1. Permintaan riil kembali menyerap stok yang tersedia
  2. Fluktuasi Makassar sepanjang 2025 merupakan bagian dari penyesuaian pasar, bukan penurunan permanen

Secara tahunan, Makassar juga mencatat kenaikan 3,5% YoY, memperlihatkan fondasi pasar yang tetap kuat.

Medan Menguat 3,6%: Stabil dan Konsisten

Medan berada di posisi kedua dengan kenaikan harga 3,6% secara bulanan. Jika melihat performa tahunan, Medan memperlihatkan pertumbuhan stabil di 3,1% YoY, menandai konsistensi minat terhadap pasar rumah seken di kota terbesar di Sumatra ini.

Faktor yang mendorong kenaikan Medan antara lain:

  • ekspansi ekonomi lokal,
  • kebutuhan hunian urban yang terus naik, dan
  • pertumbuhan kelas menengah di Sumatra Utara yang semakin dominan.

Medan menjadi salah satu kota luar Jawa yang tidak terpengaruh pelemahan pasar nasional. 

Denpasar Tetap Kuat: Efek Pariwisata & Kebijakan Visa

Denpasar mencatat pertumbuhan tahunan 4,1% YoY, dengan kenaikan bulanan 0,8%, menjadikannya salah satu pasar paling stabil di luar Jawa.

Pertumbuhan ini terkait erat dengan:

  • rebound sektor pariwisata,
  • minat asing pasca kebijakan Second-Home Visa dan Golden Visa,
  • permintaan tinggi untuk hunian bagi tenaga profesional dan digital nomads.

Meski pertumbuhan Denpasar melambat dibanding tahun 2023–2024, performanya masih jauh di atas rata-rata nasional. 

Mengapa Luar Jawa Semakin Dilirik?

Data Flash Report memperlihatkan pola jelas: kota-kota di luar Jawa semakin menjadi pusat pertumbuhan harga rumah seken. Beberapa alasannya antara lain:

  • Urbanisasi regional yang kini tak terpusat di Jawa
  • Proyek infrastruktur nasional yang meningkatkan konektivitas kota besar luar Jawa
  • Harga rumah yang lebih kompetitif dibanding Jabodetabek dan kota-kota mahal di Jawa
  • Kembalinya mobilitas pascapandemi, mendorong migrasi dan investasi baru

Tren ini menunjukkan bahwa pemetaan potensi properti Indonesia semakin melebar dan tidak lagi terfokus pada satu pulau.

Bagaimana Prospeknya ke Depan?

Melihat pergerakan harga di Makassar, Medan, dan Denpasar, pasar rumah seken luar Jawa tampak memasuki fase ekspansi sehat. Dengan inflasi nasional yang masih lebih tinggi daripada pertumbuhan harga rumah, banyak analis melihat periode ini sebagai waktu ideal bagi pembeli yang ingin masuk pasar sebelum harga naik lebih jauh.

Sementara itu, bagi penjual, turunnya suplai nasional sebesar 0,3% MoM dan 8,1% YoY memberi peluang karena persaingan listing semakin ketat. 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru