Loading
Orang-orang mengunjungi Konferensi Internet Dunia 2025 (2025 WIC) Light of Internet Expo di Wuzhen, Provinsi Zhejiang, China, Kamis (6/11/2025). ANTARA/Xinhua/Huang Zongzhi/aa.
TOKYO, PROPERTI.ARAHKITA.COM — Jepang menghadapi masalah serius dengan meningkatnya jumlah rumah terlantar atau akiya yang dibiarkan kosong bertahun-tahun. Untuk mengatasinya, sejumlah perusahaan kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terhubung dengan citra satelit guna melacak properti yang tak lagi dihuni dan berpotensi dijual kembali.
Salah satu pelopor inovasi ini adalah startup berbasis Tokyo, Where Inc.. Mereka mengembangkan sistem AI yang mampu membaca kondisi atap rumah dari angkasa. Dari warna memudar hingga karat pada material bangunan—semua dianalisis untuk mendeteksi apakah sebuah hunian sudah lama tak tersentuh perawatan. Jika terindikasi terbengkalai, rumah tersebut akan otomatis ditandai di peta satelit.
Teknologi ini terbukti membantu mereka yang sedang mencari properti murah atau ingin menghidupkan kawasan pemukiman yang sepi. Contohnya Kotaro Yasue, pengusaha penyewaan rumah di Prefektur Gifu. Ia berhasil menemukan rumah kayu dua lantai yang rupanya sudah ditinggalkan lebih dari satu dekade. Setelah berhasil menghubungi pemilik aslinya lewat catatan properti, rumah itu justru dilepas dengan harga yang mengejutkan: hanya 1 yen, atau sekitar Rp106!
“Dulu saya harus keliling lokasi atau tanya agen properti satu per satu. Sekarang cukup lewat aplikasi,” ujar Yasue menceritakan kemudahan teknologi itu.
Tantangan Nasional yang Cari Solusi Modern
Jumlah rumah kosong di Jepang terus naik dari tahun ke tahun. Pada 2023, pemerintah mencatat ada sekitar 9 juta rumah terbengkalai, sebagian besar ditinggalkan karena populasi menua dan urbanisasi tinggi. Banyak pemilik warisan bingung mengelola properti, bahkan tak tahu bagaimana menjualnya.
Inovasi Where Inc. ternyata memanfaatkan teknologi yang awalnya dikembangkan oleh tim yang berafiliasi dengan badan antariksa Jepang, JAXA, untuk menganalisis kawah di Bulan. Kini, kemampuan canggih itu ditujukan untuk kebutuhan riil di bumi—termasuk memetakan peluang lahan parkir hingga lokasi ideal pemasangan panel surya.
Sejak resmi diluncurkan pada 2024, layanan Where sudah dipercaya sekitar 50 perusahaan yang ingin menemukan potensi real estate tersembunyi.
“Kami ingin membantu lebih banyak pihak mengoptimalkan aset properti yang selama ini dibiarkan tidak produktif,” kata perwakilan Where Inc. dikutip Antara.
Teknologi AI tersebut menjadi secercah solusi bagi Jepang dalam menghadapi persoalan properti yang makin kompleks—sekaligus peluang bisnis baru yang sangat menjanjikan.