Loading
Ilustrasi rumah subsidi.( Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/detik.com)
JAKARTA, PROPERTI.ARAHKITA.COM - Pasar properti residensial nasional menunjukkan pergerakan yang relatif stabil menjelang tahun 2026. Berdasarkan hasil survei dan Flash Report Rumah123.com, harga rumah secara nasional tercatat mengalami kenaikan tipis, sementara suplai properti masih berada dalam kondisi terkendali.
Data Rumah123 mencatat, indeks harga rumah—khususnya rumah seken—terus bergerak positif sepanjang 2025, meski dengan laju pertumbuhan yang moderat. Kenaikan harga ini mencerminkan pasar yang mulai memasuki fase penyesuaian setelah periode tekanan dan fluktuasi pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, dari sisi suplai, jumlah properti yang tersedia di pasar tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Rumah123 menilai kondisi ini sebagai indikasi keseimbangan antara pasokan dan permintaan, terutama di segmen rumah tapak yang masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Rumah123 juga mencatat bahwa minat beli masyarakat terhadap hunian tetap terjaga. Preferensi konsumen masih didominasi oleh pembelian rumah untuk ditinggali, bukan sekadar investasi jangka pendek. Segmen harga menengah menjadi kontributor utama aktivitas pasar, baik di kota besar maupun wilayah penyangga.
Kondisi harga yang naik tipis dan suplai yang terkendali ini memberi sinyal bahwa pasar properti nasional cenderung bergerak stabil menjelang 2026. Rumah123 menilai, situasi tersebut membuka peluang bagi pembeli yang ingin masuk pasar dengan risiko fluktuasi yang relatif rendah, sekaligus menjadi tantangan bagi pengembang untuk menjaga ketersediaan produk yang sesuai dengan daya beli masyarakat.
Dengan tren tersebut, arah pasar properti Indonesia diperkirakan tidak akan mengalami lonjakan ekstrem, melainkan bertumbuh secara bertahap dan lebih selektif, seiring perubahan preferensi konsumen dan kondisi ekonomi nasional.