Loading
Ilustrasi - Salah satu perumahan dan kawasan Tangerang. (Foto: propertynbank)
TANGERANG, PROPERTI.ARAHKITA.COM – Kota dan Kabupaten Tangerang kini menjelma sebagai kawasan hunian yang semakin diminati kelas menengah atas. Direktur Consumer Bank Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar menyebut, pergeseran ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir, di mana Tangerang yang semula dikenal sebagai pemasok rumah subsidi kini tumbuh menjadi pusat pengembangan hunian komersial.
“Nama Tangerang Raya sudah cukup menjual saat ini. Beberapa pengembang besar masuk ke wilayah ini dan rumah komersial yang mereka tawarkan habis terjual,” ujar Hirwandi dalam acara peresmian kawasan hunian di Tangerang, Minggu (31/8/2025).
Data BTN mencatat, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Tangerang Raya menyumbang 30 persen dari total pembiayaan BTN di Jabodetabek. Secara provinsi, Banten menempati posisi kedua sebagai penyumbang KPR BTN terbesar setelah Jawa Barat.
Potensi ini juga diperkuat hasil riset portal properti Pinhome. Dalam laporan semester I 2025, inventori rumah baru segmen menengah ke atas di Tangerang Raya meningkat hingga 43 persen. Kondisi tersebut menjadi indikator pertumbuhan kawasan sekaligus kenaikan nilai aset properti yang signifikan.
Hirwandi menambahkan, Tangerang Raya kini berkembang sebagai penyangga Jakarta dengan pembangunan kota mandiri berskala besar. Jika sebelumnya pengembangan hunian komersial terkonsentrasi di Kota Tangerang, kini Kabupaten Tangerang juga tumbuh pesat dengan berbagai proyek perumahan baru.
Direktur Utama Mas Fujiken Indonesia, Suwandi Tio, mengungkapkan bahwa Kabupaten Tangerang tengah menjadi pusat ekspansi pengembang besar. Perusahaannya bersama Fujiken dari Jepang meluncurkan proyek Seion Tangerang, yang berdiri di atas lahan 5,5 hektare dan terintegrasi dengan kawasan Kota Sutera seluas 250 hektare dikutip Antara.
Pada tahap pertama, Seion Tangerang memasarkan 80 unit rumah dengan konsep Japanese Minimalist. Sebanyak 20 unit sudah terjual sebelum peluncuran resmi. Secara keseluruhan, proyek ini akan menghadirkan 350 unit rumah tiga lantai dengan konsep ramah lingkungan (eco-sustainable) dan zen living, lengkap dengan perlengkapan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci.
Lokasi Seion Tangerang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Pintu Tol Rajeg, bagian dari ruas Tol PIK 2 yang sedang dibangun. Infrastruktur tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno–Hatta, sehingga diharapkan semakin meningkatkan daya tarik kawasan.