Selasa, 27 Januari 2026

Jelang Tahun Politik, Tak Perlu Galau Investasi Properti


  • Jumat, 28 Desember 2018 | 19:09
  • | News
 Jelang Tahun Politik, Tak Perlu Galau Investasi Properti Investasi properti di tahun politik (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Pasar properti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) diyakini tetap mengalami peningkatan seiring dengan dukungan kebijakan pemerintah yang positif, perekonomian yang membaik dan situasi politik yang stabil. Hal ini juga diamati oleh pengembang mancanegara. Walau mengincar segmen pasar premium, mereka juga berharap banyak terhadap geliat pasar awal tahun ini yang didorong segmen menengah dan bawah.

Meski Indonesia tengah menjelang tahun politik, kondisi pasar properti diyakini tetap akan stabil. Kebijakan pemerintah untuk menjaga sentimen pasar di sepanjang 2018, terutama pasca-Hari Raya dan pengaruh ekonomi global, ditengarai masih berdampak positif. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial,pun diperkirakan meningkat pada 2019. Permintaan pasar akan tetap stabil, permintaan untuk properti kelas menengah atas juga akan meningkat.

Melihat ke depan memasuki 2019, pelaku pasar optimis bahwa pasar properti akan terus membaik. Meski sebagian kalangan mengakui pergerakan lebih intens setelah pemilihan Presiden 2019 di mana tetap akan terjadi peningkatan properti seperti yang diharapkan. Pengamat bisnis properti Panangian Simanungkalit memprediksi pasar properti pada semester II/2018 diperkirakan tetap membaik seiring menjelangnya Pilpres 2019. Pilpres, menurut pendiri Panangian School of Property itu, memiliki sejumlah sisi yang memberi dampak positif untuk pasar properti.

"Properti sekarang ini kan didominasi oleh rumah-rumah murah di bawah Rp1 miliar, jadi sama sekali tidak terpengaruh. Justru, banyak pengaruh positifnya," kata Panangian. Hal itu disebabkan dorongan tingkat konsumtif masyarakat yang semakin tinggi menjelang Pilpres 2019. Daya beli masyarakat tumbuh seiring banyaknya acara-acara dari kegiatan Pemilu tahun ini sampai tahun depan. "Ini memberikan efek positif kepada konsumsi," paparnya.

Panangian mengatakan semester II tahun ini, menjadi momen yang baik bagi pertumbuhan properti mengingat kondisi laju pertumbuhan ekonomi memperlihatkan tren yang positif. "Sudah siklusnya. Tahun terakhir ekonomi Indonesia sudah mulai meningkat setelah beberapa tahun terakhir turun terus. Perekonomian mulai membaik pada semester dua ini. Ini akan mendorong bisnis properti," paparnya. Dia menambahkan pertumbuhan juga terutama didorong oleh laju kredit properti yang tumbuh hingga 12% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 8%.

So, dengan gambaran kondisi seperti itu milenial diharapkan tidak galau menancapkan pilihan investasinya tahun depan, di sektor properti. Biar lebih mantap, berikut tips bagi kaum milenia untuk bersiap-siap investasi properti.

Mengurangi pengeluaran bulananGenerasi milenial yang baru saja lulus kuliah dan baru mulai bekerja biasanya akan mengalami perubahan pola hidup. Pengeluaran yang cenderung boros sebaiknya mulai dihindari sebelum terjebak dalam gaya hidup yang salah. Soal tempat tinggal, sebaiknya tetap tinggal dengan orangtua demi menekan biaya sewa hunian dan konsumsi sehari-hari.

Terbebas dari hutangJika ingin meminjam uang dari bank, katakan saja lewat pengajuan KPR, maka semua catatan keuangan yang dimiliki akan dicek secara rinci. Mulai dari pinjaman cicilan mobil sampai dengan limit kartu kredit yang dimiliki. Hal seperti ini jelas berpengaruh besar terhadap kemampuan konsumen untuk membayar cicilan per bulannya. Untuk itu pastikan Anda terbebas dari segala bentuk utang, baik yang berkaitan langsung dengan bank ataupun tidak.

Mulai menabung sedini mungkinMulai biasakan diri untuk menyisihkan sebagian penghasilan ke dalam tabungan. Ingat, semakin besar jumlah tabungan maka akan memengaruhi kemampuan Anda untuk membayar DP rumah atau apartemen yang akan Anda beli. Semakin besar DP maka akan semakin kecil pula cicilan per bulannya.

 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru