Selasa, 27 Januari 2026

Siaga I Cegah Banjir Masuk Rumah


  • Kamis, 13 Desember 2018 | 18:29
  • | Tips
 Siaga I Cegah Banjir Masuk Rumah Hindari banjir masuk ke dalam rumah (Net)

MEMASUKI bulan terakhir di tahun 2018 ini curah hujan semakin tinggi saja .Di Kota besar seperti Jakarta, banjir sering kali terjadi ketika beres hujan. Banjir yang terjadi tentu akan sangat merepotkan, apalagi jika air banjir masuk kedalam rumah. Oleh sebab itu, kita harus bisa mengantisipasi banjir agar airnya tidak masuk kedalam rumah. Dan berikut adalah cara agar banjir tidak masuk kedalam rumah.

Membuat biopori atau sumur resapan

Salah satu penyebab banjir adalah karena air dipermukaan tidak sepenuhnya meresap kedalam tanah. Oleh sebab itu untuk membuat air meresap kedalam tanah adalah dengan membuat sumur resapan atau lubang biopori dirumah. Biopori merupakan lubang-lubang kecil yang dibuat di tanah agar air tidak menggenang di permukaan. Saat ini dipasaran sudah tersedia alat bantu membuat biopori yang berbentuk seperti bor tanah.

Menguruk tanah

Jika rumah anda berada lebih rendah dari permukaan jalan, anda harus menguruk tanah disekeliling rumah anda. Namun kita juga harus tetap mempertimbangkan level lantai rumah. Jika tidak ingin menimbun semua halaman rumah, anda bisa membuatkan sebuah tanggul dipekarang rumah yang agak tinggi. Hal tersebut untuk menghindari air masuk ke pekarangan rumah.

Meninggikan lantai rumah

Meninggikan lantai rumah memang menjadi solusi jitu untuk mencegah banjir masuk kedalam rumah. Namun langkah ini membutuhkan biaya besar. Kita harus mencermati banyak hal seperti, tinggi plafon, utilitas dibawah lantai dan masih banyak renovasi lainnya. Sebab meninggikan rumah sama seperti melakukan renovasi.

Konsep rumah panggung sangat disarankan bagi yang ingin melakukan cara pencegahan ini. Anda juga dapat menguruk tanah hingga ketinggian 50 cm di atas jalan untuk mencegah luapan banjir masuk ke rumah.

Gunakan Paving Block di Halaman

Sebuah rumah harus memiliki lahan terbuka sebagai media serapan air hujan atau air lainnya. Maka dari itu, jangan tutup seluruh area depan rumah atau carport dengan menggunakan aspal atau lantai keramik. Ada baiknya menggunakan paving block atau grass block yang memiliki bolongan di tengahnya. Selain dapat membantu air menyerap ke tanah, penggunaan paving block untuk area carport juga awet dan kuat.

Jangan Tutup Solokan !

Tak sebandingnya pertumbuhan pembangunan jalan dengan jumlah kendaraan kerap membuat orang seenaknya menutup solokan untuk dijadikan lahan lewat kendaraan. Hal itu tentu akan membuat air hujan menggenang terus-menerus sehingga dapat merendam rumah.

Maka itu jangan sekali-kali menutup solokan di depan rumah agar air dapat masuk lalu mengalir ke sungai atau kali. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah membersihkan saluran air atau solokan tersebut secara rutin, baik dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan tetangga.

Buang Sampah pada Tempatnya

Seperti yang sudah diketahui, salah satu penyebab banjir bersumber dari masyarakat sendiri yaitu kebiasaan membuang sampah ke selokan atau ke sungai. Untuk mengubah kebiasaan itu, tentu harus dimulai dari diri dan lingkungan rumah sendiri.

Anda harus mulai mendisplinkan diri dan anggota keluarga untuk membuang sampah rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini harus dibiasakan apalagi jika tidak ada petugas pengangkut sampah di tempat tinggal. Wilayah yang kotor, kumuh dan tidak beraturan adalah salah satu alasan mengapa banjir hadir di musim hujan. Anda perlu peduli akan kebersihan rumah dan sekitar Anda. Mulailah dari hal kecil seperti menempatkan sampah kering dan basah pada tempat yang berbeda. Anda harus melakukan pengecekan rutin pada got bahkan dapat membuat gorong-gorong di sekitar rumah Anda. Kebersihan yang terjaga bisa mencegah Anda dari banjir serta penyakit yang mungkin muncul.

Memilih furnitur yang tepat

Hindarkan menggunakan furnitur dengan bahan kayu. Anda dapat menggunakan furnitur berbahan stainless steel, alumunium atau plastik. Anda juga bisa memilih furniture lipat atau memiliki roda sehingga bisa dipindahkan saat air mulai masuk ke dalam rumah. Jika tidak mungkin untuk dilakukan, maka Anda bisa melakukan waterproofing pada furnitur kayu guna memuatnya tetap awet meski terpapar air dalam waktu lama.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tips Terbaru