Kamis, 05 Februari 2026

Akhir Tahun, Saat Tepat Memilih KPR


  • Kamis, 27 Desember 2018 | 13:09
  • | Tips
 Akhir Tahun, Saat Tepat Memilih KPR Strategi jitu memilih KPR (Net)

Usaha properti ditahun 2019 mendatang, masih dapat diandalkan bahkan mampu mendulang keuntungan signifikan. Rumah maupun apartemen, masih menjadi alternatif investasi terbai. Maka buat yang ingin memiliki hunian, jangan ragu memutuskan program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebagai cara pengangsurannya. Cara pembelian rumah atau apartemen dengan sistim KPR masih dianggap paling lazim dilakukan dewasa ini. Apalagi, kalau kita menilik konsumen properti, segmen menengah adalah pasar yang paling besar.

Meski demikian, memilih KPR yang tepat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak pertimbangan lain yang harus dilakukan sebelum mencicil secara KPR. Tentunya semua bank mengklaim bahwa suku bunganya termurah. Agar tak salah pilih, berikut beberapa strategi jitu memilih KPR.

1. Mempertimbangkan bunga KPR

Besarnya bunga KPR akan mempengaruhi jumlah angsuran setiap bulannya. Sebaiknya, pilih bank yang mematok bunga rendah (biasanya besarannya sekitar 3% di atas BI rate). Umumnya, bank menetapkan bunga tetap (fixed state) selama beberapa tahun pertama dan setelah itu baru bunga mengambang (floating rate). Nah, kenaikan cicilan ini yang harus diketahui. Sebagian besar pembayaran kredit kepemilikan rumah, terdiri dari tiga metode yang biasanya digunakan untuk menghitung skema angsuran yang harus dibayar saat mengajukan KPR ke Bank. Skema yang biasanya digunakan ini adalah flat, efektif dan Anuitas. Metode Flat ini sekarang sudah jarang digunakan karena skema ini tidak banyak menguntungkan pihak developer maupun perbankan. Skema flat lebih banyak digunakan untuk KKB (kredit kendaraan), yang harus diingat adalah, jangan langsung tergoda ketika tahu bunganya rendah. Pastikan diketahui terlebih dulu cara perhitungan bunganya. Mintalah tabel cicilan bulanan dan sistim suku bunga yang dipakai.

2. Cermati Waktu Pengajuan KPR

Semua bank memiliki proses persetujuan KPR yang berbeda-beda. Ada yang waktunya lama dan ketat, ada pula yang cepat tapi longgar. Jika tidak ingin kehilangan momen membeli properti idaman, jangan lupa perhatikan hal ini.Selain itu, sebelum memilih KPR untuk hunian perlu memahami bahwa bunga bank berubah-ubah persentasenya sesuai dengan keadaan ekonomi Negara. Adanya kenaikan harga-harga bahan pokok yang menyebabkan inflasi juga mempengaruhi perubahan bunga KPR. Namun demikian, inflasi yang menyebabkan naiknya suku bunga KPR, tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Anda masih bisa menemukan KPR dengan tingkat suku bunga yang cukup ringan.

3. Jangka Waktu Kredit

Jangka waktu kredit dapat dipilih sesuai dengan kesanggupan mencicil tiap bulannya. Semakin rendah bunga KPR yang didapat, maka sebaiknya mengambil jangka waktu yang panjang, dengan begitu dapat lebih memperkecil cicilan tiap bulannya.Sebaliknya, jika suku bunga tinggi, sebaiknya memilih jangka waktu pembayaran yang pendek. Suku bunga memang akan selalu mengalami kenaikan sewaktu-waktu, jadi sebaiknya mencicil dengan lebih cepat. Lebih mudahnya, jika Anda berprofesi sebagai Karyawan yang memiliki pendapatan stabil tiap bulannya, dapat dipilih skema Flat untuk KPR nya. Jika berprofesi sebagai wirausaha, pedagang atau pengusaha yang penghasilan kadang tidak stabil, Anda dapat memilih skema flat, atau pun skema lain yang meringankan.

4. Kemudahan Proses

Untuk pengajuan KPR melalui Bank-Bank yang menyediakan layanan ini, terkadang membutuhkan proses yang cukup rumit. Biasanya jika sedang ada promo KPR, ada penjaminan proses yang mudah untuk segera menempati hunian idaman.Namun, sebaiknya teliti dulu mengenai baik dan buruknya segala sesuatu hal yang berhubungan dengan proses KPR tersebut. Ini mengenai suku bunganya. Saat pengajuan Anda mendapati proses administrasi yang mudah dan cukup cepat, dan Anda mendapat suku bunga KPR yang rendah pada tahun pertama. Namun perlu diteliti, apakah pada tahun-tahun berikutnya suku bunga KPR tersebut akan menjadi naik menjadi lebih tinggi.

5. Menyiapkan Anggaran Pengajuan

Saat mengajukan KPR, banyak orang yang lupa bahwa ternyata mereka harus membayar biaya tambahan. Ada biaya pengecekan sertifikat, ada biaya notaris, ada bea balik nama dan biaya asuransi jiwa dan kerugian kredit. Bank yang dapat diandalkan untuk memilih KPR juga seharusnya menyajikan beragam informasi tersebut dalam  brosur, maupun keterangan di Website resminya. Selain itu, informasi terpenting lagi adalah penyajian suku bunga. Dengan begitu nasabah akan mengetahui suku bunga KPR yang berlaku saat mereka akan mengambil KPR dan nasabah juga dapat memperhitungkan budget sesuai dengan kesanggupan mereka. Agar tidak kaget, harus dipersiapkan anggaran untuk baiya tersebut.

6. Jangan Lewatkan Momen Promosi

Akhir tahun merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi properti.Karena di masa-masa seperti ini, biasanya banyak bank yang jor-joran dalam memberi promo cicilan dengan bunga yang menarik dan cicilan yang lebih ringan.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tips Terbaru