Loading
Ilustrasi - Teras menjadi ruang sosial baru—tempat orang berinteraksi dengan aman, nyaman, dan tetap terhubung dengan lingkungan sekitar. (Foto: putrasionmandiri)
TERAS rumah dulu identik dengan tempat menunggu atau sekadar duduk santai. Tapi sejak pandemi COVID-19, fungsi teras mengalami transformasi besar-besaran. Ia bukan lagi ruang pasif, melainkan menjadi ruang sosial baru—tempat orang berinteraksi dengan aman, nyaman, dan tetap terhubung dengan lingkungan sekitar.
Di tengah tren rumah yang makin privat dan tertutup, teras hadir sebagai ruang yang “bernapas”—menjadi simbol keterbukaan, keramahan, dan kebutuhan akan koneksi antarmanusia.
Mengapa Teras Kembali Jadi Pusat Sosial?
Pasca pandemi, banyak dari kita sadar bahwa interaksi sosial sangat berharga. Namun, kita juga mencari tempat yang aman, dengan ventilasi baik dan jarak yang cukup. Maka, teras jadi pilihan alami—terbuka tapi tetap dalam kontrol kita.
Menurut studi dari Harvard Health Publishing (2021), ruang semi-outdoor seperti teras membantu mengurangi stres dan meningkatkan interaksi sosial tanpa meningkatkan risiko penyebaran penyakit secara signifikan.
Fungsi Teras Sebagai Ruang Sosial
✅ 1. Tempat Menerima Tamu dengan Aman
Teras menjadi ruang penerima tamu yang ideal, terutama saat orang belum nyaman masuk ke dalam rumah. Cukup tambahkan kursi, meja kecil, dan pencahayaan hangat.
✅ 2. Ruang Ngopi atau Ngeteh Bareng Tetangga
Teras bisa jadi tempat singgah tetangga yang mampir sekadar menyapa atau ngobrol santai—kembali ke nilai sosial khas kampung yang kini dirindukan di kota.
✅ 3. Area Interaksi Keluarga
Beberapa keluarga bahkan menjadikan teras sebagai ruang kumpul sore hari. Bermain bersama anak, bercocok tanam ringan, atau sekadar melepas penat dari layar gadget.
✅ 4. Spot Interaksi Sosial Digital
Bagi yang sering panggilan video atau Zoom santai, teras jadi latar alami yang segar dan tidak membosankan—alami tapi tetap personal.
???? Tren Teras Sosial di Berbagai Kota
Di Bali dan Yogyakarta, rumah-rumah dengan open terrace memadukan ruang keluarga dan halaman dalam satu area yang hidup.
Di BSD dan Bekasi, banyak rumah cluster modern mulai mendesain ulang teras depan agar lebih lapang, nyaman, dan cocok untuk kumpul kecil-kecilan.
Di Bandung dan Malang, tren teras dengan taman vertikal dan furnitur outdoor kekinian sedang naik daun di kalangan milenial.
Elemen Desain Pendukung Teras Sosial
1. Kursi & Meja Ringan: mudah dipindah, tidak makan tempat
2. Pencahayaan Ambient: lampu temaram untuk malam hari
3. Tanaman Hias dan Rak Vertikal: memberi kesan hidup dan ramah
4. Atap Transparan atau Kanopi Kain: melindungi dari hujan/terik tanpa menutup total
5. Material Ramah Iklim: seperti kayu ulin, rotan sintetis, atau lantai bertekstur
Teras Rumah = Investasi Sosial
Lebih dari sekadar gaya, teras rumah kini mencerminkan nilai sosial kita—apakah kita ingin terbuka, hangat, dan hadir bagi lingkungan sekitar?
Membangun teras yang hidup berarti membangun kembali kebersamaan yang hilang. Ini bukan cuma tren desain, tapi juga bagian dari perubahan cara hidup setelah pandemi.