Rabu, 14 Januari 2026

Pasokan Apartemen di Jakarta Meningkat, Begini Penjelasan Konsultan Properti


 Pasokan Apartemen di Jakarta Meningkat, Begini Penjelasan Konsultan Properti Pasokan apartemen di Jakarta meningkat. (Okezone.com)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Konsultan properti Colliers International menyatakan pasokan apartemen di wilayah DKI Jakarta diperkirakan bakal meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ada proyek yang diteruskan hingga tahun 2018.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/6/2018), menyatakan, alasan kenaikan pasokan apartemen antara lain karena ada sejumlah kemajuan konstruksi yang lambat dari beragam proyek apartemen.

Hal tersebut, lanjutnya, juga mengakibatkan terjadinya sejumlah penundaan akibat penjualan unit yang melambat, juga karena masalah perizinan.

"Permintaan diperkirakan tidak akan berbeda signifikan, akibat dari pasokan yang banyak pada tahun 2018. Kami berpendapat bahwa industry property butuh terobosan stimulus atau kebijakan yang implementatif agar bisa mendorong potensial pembeli untuk berinvestasi properti, terutama di kelas menengah atas dan kelas atas," papar dia.

Ia juga berpendapat bahwa kebijakan Pemerintah yang ingin mempermudah izin masuk bagi ekspatriat ke Indonesia dinilai belum akan mendongkrak tingkat okupansi karena masih banyaknya tambahan pasokan ke depannya.

Sebelumnya, survei Property Affordability Sentiment Index H1-2018 mengungkapkan, masyarakat Indonesia dinilai semakin meminati apartemen sebagai hunian.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh laman Rumah.com itu, 60 dari 63 responden yang berencana membeli hunian dalam waktu enam bulan ke depan tertarik memilih apartemen sebagai hunian mereka.

"Apartemen memang target utama para pembeli hunian untuk pertama kalinya, yang notabene kebanyakan lajang," ujar Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan.

Apartemen, lanjut Ike, umumnya memiliki keunggulan dari segi lokasi dan fasilitasi bila dibandingkan dengan rumah tapak.

Menurut dia, dengan harga yang relatif tidak jauh berbeda dengan rumah tapak, apartemen menawarkan lokasi yang dekat dengan pusat kota, dilengkapi dengan fasilitas komersial yang lengkap, dan tak jarang terintegrasi dengan jaringan transportasi yang memadai.

Sebanyak 40 persen pencari rumah yang berstatus lajang menyatakan berminat membeli apartemen, 22 persen tidak tertarik, dan 38 persen ragu-ragu. Sementara itu, responden yang telah menikah, 25 persen diantaranya menyatakan tidak tertarik membeli apartemen, 38 persen ragu-ragu, dan 37 persen tidak tertarik.

"Rumah tapak masih menjadi primadona bagi para pencari rumah yang telah menikah, baik yang sudah memiliki anak maupun belum," pungkas Ike.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hunian Terbaru