Selasa, 27 Januari 2026

Hijau dan Asri dengan Pohon di Halaman Rumah


 Hijau dan Asri dengan Pohon di Halaman Rumah Pohon yang kita tanam sebaiknya mempunyai daun yang sangat lebar berwarna hijau cerah. (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Pernah terpikir untuk menanam pohon di halaman depan rumah Anda? Bayangkan, jika masing-masing individu melakukan hal tersebut di seluruh dunia, hal kecil tadi pastinya akan berdampak besar bagi keselamatan bumi. Seperti tren pada fashion, tren menanam pohon juga dapat kita ciptakan. Namun, sebaiknya, tidak sembarang pohon kitatanam agar manfaatnya maksimal.

Pohon yang kita tanam sebaiknya mempunyai daun yang sangat lebar berwarna hijau cerah. Hal ini dimaksudkan agar daun tersebut mengandung klorofil sebanyak mungkin agar mampu menghasilkan oksigen sebanyak-banyaknya. Jadi, kita dapat memanfaatkan oksigen yang dihasilkannya. Jika kita kekurangan oksigen bertahun-tahun, proses penuaan tubuh kita akan lebih cepat. Selain itu, pelbagai fungsi organ tubuh kita juga akan mengalami kemunduran, seperti pada jantung, ginjal, hati, otak, dan paru-paru.

Menurut penelitian, Jakarta sepatutnya ditanami pohon-pohon yang berfungsi ekologis secara maksimal. Misalnya, pohon yang ditanam di halaman rumah dapat meneduhkan bagian rumah Anda yang menghadap terik matahari. Pohon-pohon peneduh yang efektif menyerap karbon antara lain mahoni, tanjung, dan asam.

Tidak hanya sebagai peneduh, pohon juga bisa menyerap karbon dioksida secara optimal. Sepanjang umurnya, pohon dapat menyerap satu ton CO2. Sementara, pohon yang cocok di areal parkir atau pelataran gedung adalah pohon malaka. Pohon ini memiliki daun berukuran kecil, halus, serupa pohon asam. Dahannya tidak mudah patah dan tumbuh melebar menyerupai payung.

Sebaliknya, pohon-pohon yang bersifat merusak atau membahayakan perlu dipertimbangkan pula. Misalnya, berbuah keras, akar merusak infrastruktur, dan dahannya mudah patah tertiup angin.

Namun demikian, setiap orang punya selera masing-masing soal memelihara pohon atau tanaman. Ada yang menyukai proses tumbuhnya tanaman sehingga sengaja membeli dalam bentuk bibit. Ada pula yang ingin praktis, lebih memilih pohon yang sudah jadi. Lain lagi kepuasan pemilik pohon buah yang senang menunggu buah-buahnya matang.

Yang perlu diketahui, tidak semua jenis pohon memungkinkan dan layak ditanam di halaman rumah. Anda perlu mempertimbangkan besarnya rumah, luas halaman, kondisi lahan, fungsi, dan tata letaknya di rumah.

Kumpulkan informasi selengkap-lengkapnya mengenai pohon yang ingin ditanam. Cari tahu berapa tinggi optimum, besar diameter tajuk dan batang pohon setelah besar nanti. Saat pohon masih kecil mungkin terlihat bagus. Tapi, ketika besar bisa saja malah berbahaya bagi rumah.

Seperti jenis pohon palem Bismarkia, diameter batang dan daunnya bisa menjadi sangat besar dan durinya berbahaya. Waktu masih kecil ditanam di halaman berukuran 3 x 4 m2 memang terlihat bagus.

Untuk halaman rumah kecil, pilih pohon dengan tajuk yang sedang seperti jenis Thevetia Peruviana. Tajuk yang terlalu besar akan memciptakan daerah teduh di bawahnya, sehingga tanaman lain tidak tumbuh optimal karena kurang sinar matahari.

Perakaran pohon juga penting diperhatikan. Pilih yang tidak cepat menjalar. Perakaran pohon palem, kamboja yang tunggang, termasuk aman untuk rumah tinggal. Sedangkan pohon beringin yang akarnya menjalar tidak tepat untuk rumah.

Cermati juga, ada jenis pohon yang sangat sensitif. Kalau terlalu dekat dengan bangunan pertumbuhannya akan bengkok karena mengalami etiolasi.

Memelihara pohon besar harus rajin melakukan pemangkasan (pruning) untuk membuang cabang-cabang, dahan, dan ranting yang tidak perlu. Pemangkasan juga membantu pohon agar tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari tetap menembus ke bawahnya.

Diperlukan satu atau dua tanaman soliter seperti jenis pohon palem setinggi 3 meter sebagai titik pusat pandangan. Lalu padukan dengan tanaman yang lebih rendah setinggi 1 meter. Misalnya, kembang sepatu. Kemudian yang lebih rendah lagi setinggi 20 - 30 cm seperti daun miyana yang berwarna-warni. Hingga tanaman yang paling rendah setinggi 10 cm berupa rumput-rumputan. Perhatikan juga komposisi warna yang tercipta dari kelompok tanaman.

Untuk taman model minimalis lebih simpel lagi, cukup satu pohon kamboja dan deretan tanaman irish di bagian pinggir. Selebihnya, tanah ditanami rumput pendek. Cara ini membuat halaman terlihat lebih lapang.(Berbagai sumber)

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Eksterior Terbaru