Selasa, 27 Januari 2026

Balkon Rumah


 Balkon Rumah Kehadiran balkon dapat memberi tampilan yang lebih menarik pada hunian. (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Balkon berasal dari kata balcony merupakan struktur kantilever (ruangan yang menjorok) dalam arsitektur rumah. Hal itu berasal dari kebudayaan kerajaan Eropa untuk mempermudah anggota keluarga kerajaan melihat dan dilihat rakyat.

Rumah yang memiliki dua lantai terasa kurang pas bila pada bagian lantai dua di bagian luarnya tidak diberi balkon. Balkon pada umumnya bermanfaat untuk menggunakan lahan semaksimal mungkin. Balkon pada bagian luar rumah biasanya digunakan untuk sekadar tempat rileks dengan menikmati pemandangan luar dari tempat yang agak lebih tinggi.

Seiring perkembangan waktu, kediaman masyarakat awam pun memiliki balkon. Fungsinya menjadi tempat untuk bersantai atau menikmati pemandangan luar. Masalahnya, tak jarang fungsi balkon tersebut dimanfaatkan secara sepenuhnya. Banyak pemilik rumah yang beralasan tak mau berada di balkon karena cuaca tidak mendukung atau enggan terlihat orang lain.

Sebuah balkon memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Standar ukurannya dihitung berdasar standar minimal pergerakan orang. Karena letaknya di lantai atas, sebuah balkon juga harus memenuhi standar kekuatan ekstra. Standar kekuatan ini antara lain untuk menghindarkan pengguna balkon mengalami kecelakaan. Sebagai sebuah ruang, fungsi balkon terus berkembang.

Fungsi-fungsi itu adalah balkon sebagai perluasan ruang, memperlebar pandangan, penegas level lantai, elemen percantikan, menambah tinggi nilai desain, menjadi ungkapan selera, mereduksi dampak iklim, sebagai penanda.

Kehadiran balkon dapat memberi tampilan yang lebih menarik pada hunian. Kehadirannya juga dapat membedakan rumah Anda dengan rumah tetangga. Namun, untuk menciptakan tampilan menarik itu, balkon yang dibangun harus didesain secara matang dan tidak asal-asalan. Untuk mendesainnya, sebaiknya Anda menggunakan jasa desainer interior atau arsitektur agar tampilannya lebih optimal.

Sebagai elemen tambahan untuk mempercantik bangunan, pembuatan balkon disatukan dengan penggunaan railing yang sesuai desain arsitektur bangunan. Untuk desain arsitektur rumah minimalis, railing dan material bahan yang digunakan harus sesimpel mungkin dengan bentuk balkon persegi dan garis-garis railing berbentuk horizontal atau vertikal.

Sementara itu, untuk rumah modern, penggunaan profil railing berupa besi atau motif yang lebih berat dan banyak aksen dengan bentuk ujung balkon semi-lengkung. Rumah dengan konsep country, balkonnya lebih bergaya gelap dengan penggunaan bahan material dari kayu atau gypsum yang mengekspos kilatan.

Foto-Balkon-Kaca-Rumah-2-Lantai

Biasanya, balkon yang digunakan untuk mempercantik bangunan ukurannya lebih kecil dan tidak menghadirkan interior di balkon. Balkon untuk mempercantik hunian biasanya diletakkan di bawah kamar tidur lantai atas atau searah ruang keluarga yang terletak di atas.

Untuk menambah tampilan cantik balkon dan membuatnya lebih teduh, Anda bisa menghias balkon dengan tambahan tanaman. Selain itu, sebagai pelengkap, ‘ditata’ sofa di ruang yang menjorok tersebut. Hanya, sofa tersebut tidak memiliki sandaran maupun lengan. Karena bentuknya mirip tempat tidur, sofa itu sering juga disebut sebagai day bed sehingga orang bisa membaca koran sambil menikmati pemandangan luar tanpa risi terlihat orang lain. Bentuk ini sedang banyak diminati.

Sebaiknya furnitur yang digunakan pada balkon, jangan terlalu banyak karena akan mempersempit ruang gerak di area balkon tersebut. Cukup dengan dua bangku dan satu meja kecil saja. Sedangkan untuk pagarnya bisa bermacam-macam bahan dasarnya, namun biasanya besi atau baja yang lebih pas untuk pagar balkon karena lebih awet dan aman. So, miliki balkon pada rumah Anda berlantai dua yang dapat memberikan kesan elegan pada rumah tersebut.

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Eksterior Terbaru