Loading
Rumah Panggung Minahasa. (Transindonesia)
RUMAH PANGGUNG di masa lalu mempunyai banyak manfaat antara lain untuk menghindar dari binatang-binatang liar dan air pasang sehingga tidak masuk ke dalam rumah. Sayangnya, bentuk rumah panggung sudah lama ditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat. Rumah panggung dianggap sudah ketinggalan jaman.
Manfaat lain dari rumah panggung adalah anti banjir. Di Jakarta dan daerah-daerah lainnya ketika musim hujan tiba, sering kita perhatiakn terjadi banjir hebat dan bahkan ada daerah atau wilayah tertentu yang sudah menjadi langganan banjir.
Otomatis rumah yang ada di wilayah terkena banjir dipastikan terendam banjir. Tidak sedikit biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk membersihkannya.
Jika kondisinya demikian, rumah bagaimana yang seharusnya dikembangkan di daerah yang rawan banjir? Jawabannya adalah menciptakan rumah panggung yang modern sehingga tampak menarik. Dengan rumah panggung, berarti air banjir tidak masuk ke dalam rumah.
Secara materi dan kesehatan, ini sudah sangat menguntungkan. Ruang bawah rumah yang kosong dapat dimanfaatkan sebagai area bermain. Halaman rumah untuk bermain anak akan menjadi lebih luas, asalkan tinggi panggung aman untuk dilalui misalnya dua meter. Atau menjadi ruang duduk-duduk santai dengan tempat duduk yang tahan air (metal atau beton) sehingga kalaupun terkena banjir tidak jadi masalah.
Manfaatnya akan bertambah kalau permukaan tanah tidak seluruhnya ditutup oleh beton atau semen. Penyerapan air hujan ke dalam tanah akan menjadi lebih baik. Dengan demikian luas serapan air menjadi lebih besar jika mengembangkan rumah panggung.
Konstruksi panggung adalah warisan budaya dalam membuat bangunan dari nenek moyang kita. Tengoklah rumah tradisional di Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi, rata-rata berupa rumah panggung. Konstruksi yang “diangkat ke atas” seperti ini menuntut penggunaan struktur yang ringan. Ada yang memilih besi hollow sebagai kolom dan balok utama dengan bentang maksimal 5 m dan sambungan antarbesinya dilas.
Paling baik sebenarnya adalah sambungan dengan baut. Sambungan dengan baut membuat konstruksi tidak kaku sehingga apabila terjadi gempa, bangunan tidak akan rubuh tapi mengikuti arah gerakan. Sedangkan untuk atap, digunakan struktur atap baja yang dilapis dengan kalsiboard. Dibanding tembok yang dipancangi beton, bangunan rumah panggung lebih tahan dari guncangan gempa. Hal ini terbukti beberapa rumah panggung yang tetap kokoh ketika terjadi gempa di Padang, Sumatera Barat.