Loading
Rumah tumbuh, konsep hunian unik yang sedang tren dan diminati. (Popeti)
JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Sejak Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan aturan baru tentang pajak barang mewah, sejumlah pengembang properti meninggalkan konsep rumah mewah. Pasalnya, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK 010/2017 tersebut, mengatur jenis barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor yang dikenai ajak penjualan atas barang mewah.
Salah satu jenis barang yang dikenai pajak penjualan sebesar 20% adalah hunian mewah, seperti rumah dan town house jenis nonstrate title dengan harga jual minimal Rp 20 miliar. Pajak 20% berlaku pula untuk apartemen, kondominium, town house dab jenis strata tile, dan sejenisnya dengan harga jual sebesar Rp 10 miliar atau lebih.
Paramount Land misalnya, beberapa waktu lalu gencar melakukan penjualan produk dengan rumah tumbuh, yang pas di kantong, yakni Napoli di Gading Serpong, dengan desain cantik dan minimalis. Langkah developer ini yang membidik kalangan muda, modern, dan aktif, adalah untuk mengembangkan usaha perumahan dengan harga yang terjangkau.
Tak hanya Paramount Land, sejumlah pengembang mencantumkan keterangan rumah tumbuh pada properti yang ditawarkannya, meski tak sedikit konsumen yang memahami maknanya. Rumah tumbuh secara sederhana adalah konsep pembangunan rumah yang masih menyisakan ruang untuk dikembangkan, sesuai dengan kebutuhan penghuni di masa yang akan datang.
Rumah tumbuh menjadi solusi bagi mereka yang ingin membeli rumah untuk ditempati dalam jangka panjang, namun belum memiliki dana untuk membeli rumah dengan bangunan yang luas. Oleh karena itu, pengembang yang menawarkan rumah tumbuh biasanya menawarkan unit dengan bangunan yang tidak terlalu besar namun lahan yang luas. Harga rumah pun bisa ditekan.
Rumah dengan konsep ini cocok untuk pembeli rumah pertama (first time buyer), keluarga muda atau mereka yang belum berkeluarga. Konsumen jenis ini tidak membutuhkan ruang yang terlalu luas. Selain itu, ada beberapa kelebihan bila memilih rumah tumbuh sebagai hunian. Misalnya, tidak memerlukan banyak tempat, lantaran berbentuk rumah yang mungil tetapi unik. Banyak orang yang senang dengan rumah yang kecil yang juga cocok untuk keluarga kecil bahagia.
Kelebihan lain, jika membangun rumah semacam ini, kesehatan bakal tetap terjaga. Karena model rumah dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai lubang-lubang atau jendela yang baik untuk pertukaran udara dari luar rumah yang masuk ke dalam rumah dan sebaliknya. Jika sirkulasi udara berjalan dengan baik, maka udara di dalam rumah sangat aman dan sehat jika dihirup dalam pernapasan. (Maria L. Martens)