Loading
Salah Satu Konsep Rumah Ekologis di Bilangan Jakarta (Net)
PERENCANAAN hunian di area perkotaan (urban) tidak terlepas dari isu lahan yang semakin terbatas, kebutuhan ruang yang kian meningkat, dan iklim mikro yang kurang sehat akibat tingginya polusi dan minimnya vegetasi (pepohonan). Disinilah peran seorang arsitek untuk berinovasi dan kreatif menciptakan gagasan buat menyiasati keadaan serupa.
Unsur-unsur ekologi secara konsisten diterapkan mulai dari depan hingga ke belakang rumah untuk menyiasati iklim mikro yang kurang sehat di lahan sempit. Di antaranya ventilasi silang yang tercipta dari dua bukaan berupa pintu dan jendela yang diletakkan berhadapan untuk saling meneruskan udara masuk dan keluar.
Kolam ikan di teras rumah untuk menetralkan polusi, ditambah tanaman rambat di dinding belakang rumah serta roof garden di balkon untuk penghijauan. Pendekatan ke alam juga dilakukan dari pemilihan material seperti batu andesit dan kayu. Konsep material yang dihadirkan apa adanya juga diarahkan pada nuansa industrialis.
Terlihat kuat pada lantai semen, dinding beton dan bata ekspos, material tangga utama menuju lantai dua dari bahan logam berwarna hitam, serta finishing natural pada kayu-kayu berwarna krem. Termasuk bidang-bidang kaca besar yang menghadirkan view luar seakan tertarik ke dalam, sehingga ruang luar dan dalam seolah-olah tanpa batas untuk menyiasati lahan terbatas.Pintu masuk utama menuju bangunan, bahkan juga diciptakan dari kaca transparan.
Optimalisasi ruang
Pembagian ruang dipisahkan antara area publik dan privat dalam empat level berbeda. Ruang-ruang publik dirancang saling berkomunikasi, sementara di antara ruang-ruang privat justru sebaliknya, didesain tertutup. Celah-celah antara lantai menjadi fungsional untuk terjadinya komunikasi di antara penghuni. Perancang mengoptimalkan bangunan dengan menaruh area tamu, area makan, area dapur dan taman dalam di lantai satu. Di lantai ini juga terdapat satu kamar tidur untuk tamu atau orang tua yang berkunjung.
Di dekat area makan disiapkan bale-bale kayu yang multifungsi untuk para penghuni. View ke arah taman yang tingginya sejajar dengan area duduk menciptakan atmosfer yang menyenangkan. Di lantai dua tersedia kamar tidur utama yang menyatu dengan kamar mandi di dalamnya serta area duduk dengan pintu kaca besar yang jika dibuka akan menyatu dengan balkon serta roof top garden.
Di area ini konsep antar-ruang publik saling berkomunikasi dapat dirasakan oleh aplikasi kaca-kaca besar transparan sebagai pembatas antar ruang. Selanjutnya menuju lantai tiga akan ditemui kamar tidur anak dengan kaca besar transparan sebagai konektivitas yang menghadirkan visualisasi ke arah area duduk di lantai dua dan roof garden. Satu tingkat lebih atas lagi terdapat satu kamar tidur anak dengan view ke arah taman rumput.