Optimisme Pasar Properti Memasuki Semester II


  • Rabu, 19 September 2018 | 07:33
  • | News
 Optimisme Pasar Properti Memasuki Semester II Pasar properti masih optimis di awal semester II (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Memasuki paruh kedua tahun 2018, para pencari properti masih optimistis dengan iklim pasar properti nasional. Meski demikian, kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga properti tetap terjangkau mengalami penurunan. Aspek jangka panjang masih menjadi faktor utama yang menjaga optimisme ini.

Sebuah survei yang dilakukan Rumah.Com Property Affordability Sentiment Index H2-2018 menunjukkan bahwa sebanyak 66% responden merasa puas dengan iklim properti saat ini. Angka ini sedikit menurun dibandingkan semester sebelumnya, sebesar 67%, namun meningkat sebanyak 4% dibanding semester yang sama satu tahun sebelumnya.

Seperti yang disampaikan melalui rilis pada arahproperti.com, survei ditujukan untuk mengetahui respon pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi untuk konsumen. Survei ini melengkapi Rumah.com Property Index yang menyajikan lebih dari 400.000 data properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Kepuasan terhadap iklim properti ini mayoritas didasarkan pada faktor kenaikan harga properti yang stabil serta apresiasi terhadap kenaikan harga properti jangka panjang. Faktor ini diamini oleh 69% responden. Sementara 18% responden yang merasa tidak puas, mengungkapkan faktor kenaikan harga properti sebagai penyebabnya. Alasan lainnya adalah uang muka yang terlalu tinggi.

"Faktor kenaikan harga memang selalu dipandang dari dua sisi. Bagi mereka yang optimistis, mereka melihatnya sebagai peluang investasi di masa depan, sementara mereka yang pesimistis, ini disebabkan keraguan terhadap kemampuan finansial mereka," ujar Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com.

Ike menambahkan bahwa mereka yang belum yakin dengan kemampuan kemungkinan adalah mereka yang masih awam atau kurang informasi. Padahal, saat ini pasar properti sedang berpihak kepada pembeli. Misalnya, Pemerintah melonggarkan aturan uang muka. Jika dulu dibatasi sebesar minimal 15%, sekarang Pemerintah membebaskan aturan tersebut. Banyak pengembang yang menawarkan uang muka hingga serendah 5% bahkan tanpa uang muka.

Rumah.com, lanjut Ike, memiliki sejumlah fitur yang membantu para pencari properti untuk menemukan properti yang ideal berdasarkan kemampuan, lokasi, dan fasilitas umum yang diperlukan. Bahkan saat ini Rumah.com memiliki program DealJuara untuk memfasilitasi keraguan para pencari rumah terhadap DP dan pembiayaan.

“Khusus di program DealJuara, perumahan Bumi Sakinah yang berlokasi di Cibitung menghadirkan promo DP 0% dan gratis fully furnish untuk rumah harga Rp300 jutaan. Dari program besutan Rumah.com ini ada hasil cukup besar yang kami rasakan, yaitu 20-30 data calon konsumen potensial dalam satu hari. Bahkan dalam waktu dekat, beberapa konsumen sudah siap melakukan KPR,” terang Nunung Suhudiah, Komisaris PT Buana Media Nusantara.

Selama program DealJuara berlangsung, pencari rumah di Indonesia berkesempatan untuk mendapatkan penawaran spesial dari proyek-proyek ternama di Indonesia. Dimulai dengan kisaran harga Rp200 juta hingga Rp1 miliar, pilihan properti yang mencakup rumah tapak hingga apartemen di berbagai jenis dan unit pilihan. Kepuasan Masyarakat Terhadap Pemerintah Menurun

Optimisme terhadap iklim properti nasional tidak dibarengi kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga properti tetap terjangkau. Pada semester pertama 2018, sebanyak 47% merasa puas, 43% merasa tidak puas, dan 12% menjawab tidak tahu. Angka kepuasan ini menurun jika dibandingkan hasil survei setahun sebelumnya, di mana sebanyak 54% merasa puas dan 37% tidak puas serta 9% menjwab tidak tahu.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index dilakukan setiap enam bulan, bekerjasama dengan lembaga survei Intuit dari Singapura. Survei dilakukan terhadap 1.000 responden.

. Meski demikian, kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga properti tetap terjangkau mengalami penurunan. Aspek jangka panjang masih menjadi faktor utama yang menjaga optimisme ini.

Sebuah survei yang dilakukan Rumah.Com Property Affordability Sentiment Index H2-2018 menunjukkan bahwa sebanyak 66% responden merasa puas dengan iklim properti saat ini. Angka ini sedikit menurun dibandingkan semester sebelumnya, sebesar 67%, namun meningkat sebanyak 4% dibanding semester yang sama satu tahun sebelumnya.

Seperti yang disampaikan melalui rilis pada arahproperti.com, survei ditujukan untuk mengetahui respon pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi untuk konsumen. Survei ini melengkapi Rumah.com Property Index yang menyajikan lebih dari 400.000 data properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Kepuasan terhadap iklim properti ini mayoritas didasarkan pada faktor kenaikan harga properti yang stabil serta apresiasi terhadap kenaikan harga properti jangka panjang. Faktor ini diamini oleh 69% responden. Sementara 18% responden yang merasa tidak puas, mengungkapkan faktor kenaikan harga properti sebagai penyebabnya. Alasan lainnya adalah uang muka yang terlalu tinggi.

"Faktor kenaikan harga memang selalu dipandang dari dua sisi. Bagi mereka yang optimistis, mereka melihatnya sebagai peluang investasi di masa depan, sementara mereka yang pesimistis, ini disebabkan keraguan terhadap kemampuan finansial mereka," ujar Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com.

Ike menambahkan bahwa mereka yang belum yakin dengan kemampuan kemungkinan adalah mereka yang masih awam atau kurang informasi. Padahal, saat ini pasar properti sedang berpihak kepada pembeli. Misalnya, Pemerintah melonggarkan aturan uang muka. Jika dulu dibatasi sebesar minimal 15%, sekarang Pemerintah membebaskan aturan tersebut. Banyak pengembang yang menawarkan uang muka hingga serendah 5% bahkan tanpa uang muka.

Rumah.com, lanjut Ike, memiliki sejumlah fitur yang membantu para pencari properti untuk menemukan properti yang ideal berdasarkan kemampuan, lokasi, dan fasilitas umum yang diperlukan. Bahkan saat ini Rumah.com memiliki program DealJuara untuk memfasilitasi keraguan para pencari rumah terhadap DP dan pembiayaan.

“Khusus di program DealJuara, perumahan Bumi Sakinah yang berlokasi di Cibitung menghadirkan promo DP 0% dan gratis fully furnish untuk rumah harga Rp300 jutaan. Dari program besutan Rumah.com ini ada hasil cukup besar yang kami rasakan, yaitu 20-30 data calon konsumen potensial dalam satu hari. Bahkan dalam waktu dekat, beberapa konsumen sudah siap melakukan KPR,” terang Nunung Suhudiah, Komisaris PT Buana Media Nusantara.

Selama program DealJuara berlangsung, pencari rumah di Indonesia berkesempatan untuk mendapatkan penawaran spesial dari proyek-proyek ternama di Indonesia. Dimulai dengan kisaran harga Rp200 juta hingga Rp1 miliar, pilihan properti yang mencakup rumah tapak hingga apartemen di berbagai jenis dan unit pilihan. Kepuasan Masyarakat Terhadap Pemerintah Menurun

Optimisme terhadap iklim properti nasional tidak dibarengi kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga properti tetap terjangkau. Pada semester pertama 2018, sebanyak 47% merasa puas, 43% merasa tidak puas, dan 12% menjawab tidak tahu. Angka kepuasan ini menurun jika dibandingkan hasil survei setahun sebelumnya, di mana sebanyak 54% merasa puas dan 37% tidak puas serta 9% menjwab tidak tahu.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index dilakukan setiap enam bulan, bekerjasama dengan lembaga survei Intuit dari Singapura. Survei dilakukan terhadap 1.000 responden. (Editor: Maria L. Martens)


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru