Loading
Salah satu fungsi batu alam sebagai pemanis pagar rumah (Net)
MINILIK dari karakternya, batu alam atau yang bisa disebut juga batu kali, bongkahanya menjadi ciri utama batu kali. Batu ini biasa digunakan untuk pondasi rumah. Meski begitu, tersedia juga batu kali lempengan. Bentuk dan ukurannya biasanya tidak teratur. Lempengan batu ini biasa dipakai untuk lapisan dinding ataupun lantai. Bentuk dan ukuran yang tidak beraturan jelas membuat proses pemasangan sulit, sehingga butuh tukang ahli supaya hasilnya rapi.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan bila memilih batu alam sebagai bahan penghias rumah.
Padukan warna rumah dengan warna bebatuan
Jika sudah mengambil keputusan penuh untuk mendesain rumah dengan interior maupun eksterior bebatuan, maka Anda bisa menjadikan dinding rumah dengan batu yang ditempelkan pada dinding tembok. Ada sisi positif dari penggunaan pewarnaan ini dengan motif batu, karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk ini. Anda pun tidak perlu membeli cat-cat yang mahal, namun cukup dengan warna batu-batu yang alami rumah sudah terwarnai dengan sendirinya. Lebih elegan lagi jika memilih batu bata merah sebagai warna rumah. Anda cukup menyelesaikan pekerjaan dinding rumah setangah jadi, dan itu cukup mewakili sebagai warna rumah, merah batu bata.
Jika menggabungkan batu dengan kayu, usahakan jangan sampai kontras
Jika hendak menggabungkan nuansa batu merah dengan keeksotikan kayu,usahakan warna tersebut bisa membaur jadi satu, alias enak di pandang mata. Jika tidak, rumah jadi terkesan aneh. Estetika keindahan rumah pun akan hilang. Jadi hati-hatilah dalam memilih warna batu untuk di gabungkan dengan warna kayu.
Jangan gunakan cat untuk pewarnaan rumah
Karena mengusung konsep alami, maka tidak perlu mengecat rumah dengan cat kualitas tinggi. Cukup dengan warna khas alami batu merah atau bebatuan yang cukup diperhalus dengan meninggalkan sedikit tekstur kasar. Rumah pun akan terkesan mewah dan elegan. Dengan sedikit jiwa seni, tempelkan di dinding rumah dengan hiasan yang bernuansa perkampungan atau gambar hamparan persawahan atau bisa juga lukisan klasik bergaya kuno.
Bila ingin menempatkan batu alam sebagai materi untuk memagari rumah, berikut beberapa ide pagar batu alam yang bisa digunakan.
Kombinasikan kayu dengan pagar batu alam
Batu alam dan kayu sama-sama memberikan kesan indah dan alami. Kayu memiliki warna yang khas, begitu pula dengan batu alam. Warnanya memang tidak seragam. Ada gelap dan ada terang juga, tetapi justru ketidakseragaman warna ini menciptakan keindahan dari batu alam. Pagar batu alam dengan kayu akan menjadi kombinasi yang sempurna untuk pagar rumah, sangat cocok untuk hunian dengan gaya arsitektur rumah minimalis. Ada juga rumah-rumah yang memakai bronjong sebagai pagar.
Pagar batu alam dari batu andesit
Batu andesit terbentuk dari lelehan lava gunung berapi yang telah membeku atau biasa disebut batuan lava (lavastone). Berdasarkan corak dan warnanya, terdapat dua jenis batu andesit yaitu batu andesit polos dan batu andesit bintik hitam yang kemudian mendapat sentuhan akhir melalui proses poles dof, poles kilap dan berbagai proses lainnya. Batu alam jenis andesit saat ini masih menjadi pilihan nomor satu untuk diaplikasikan pada pagar batu alam, baik untuk dinding pagar depan rumah maupun dinding pagar belakang rumah. Keistimewaan batu andesit untuk pagar adalah daya tahan terhadap cuaca dan juga tekstur corak warna yang tidak terlalu mencolok. Selain itu, batu andesit untuk pagar batu alam juga minim perawatan. Kita tidak perlu melakukan pengecatan yang berulang kali. Batu alam andesit memiliki tampilan yang kokoh, elegan dan mewah hingga seringkali diaplikasikan pada dinding rumah. Pagar batu alam andesit dipadukan dengan dinding batu alam andesit, membuat tampilan rumah semakin terlihat mewah dan elegan.
Pagar batu alam dari batu sabak
Jenis batu alam lainnya yang dapat digunakan sebagai material pagar batu alam adalah batu sabak. Memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan batu alam andesit, batu sabak atau sering juga disebut sebagai batu alam lempeng memiliki keunggulan susunannya yang berlapis-lapis membuatnya mudah dibelah menjadi lempengan tipis-tipis untuk keperluan pembuatan pagar batu alam. Batu ini juga bisa dipakai pada pagar-pagar rumah unik. Pagar batu alam dari batu sabak umumnya berwarna abu-abu muda, hitam gelap sedikit coklat, hijau tua dan merah tua yang juga mendekati cokelat. Karena warna yang dimilikinya, batu sabak menampilkan pagar batu alam yang cantik dan elegan. Selain kecantikan warna, batu alam sabak juga terbaik karena kualitas kekuatannya, bisa membantu keamanan rumahmu, lho!
Pagar batu alam dari batu kewal
Dari banyaknya material untuk desain pagar rumah yang bagus, batu alam satu ini memiliki keunikan dibanding batu alam lainnya. Permukaannya cenderung kasar dan tidak rata, sedangkan batu alam lainnya memiliki permukaan yang halus dan licin. Dari segi pemasangan pun, batu kewal juga memiliki keunikan karena tidak tertata rapi seperti pemasangan pagar batu alam lainnya tetapi dibiarkan pemasangannya tidak teratur, karena pada dasarnya bentuk batu kewal pun tidak rapi. Wujudnya seperti bongkahan batu kali yang terbentuk secara alami dan menghasilkan pola tertentu ketika dijadikan pagar batu alam. Tapi siapa sangka dengan keunikannya tersebut, batu kewal bisa menampilkan kecantikan rumahmu. Menelusuri asal usulnya, batu kewal sebenarnya adalah batu kali Lumajang. Material batu alam satu ini sulit didapatkan, tidak dijual di pasaran sehingga membuat harganya sedikit mahal. Meski demikian, peminat batu kewal tetap banyak dan menjadi incaran untuk pembuatan pagar batu alam. Untuk sentuhan akhir dari pagar batu alam kewal bisa dengan menggunakan glossy coating agar batu kewal terlihat basah atau dengan natural coating untuk menampilkan batu kewal sesuai warna aslinya. Pengaplikasian pagar batu alam kewal di rumahmu dapat memberikan kesan natural, alami.
Padukan pagar batu alam dengan tanaman dan material metal
Ide penggunaan pagar batu alam yang satu ini akan menonjolkan desain arsitektur yang minimalis dan alami karena adanya perpaduan dengan tanaman hijau di sekitar pagar rumahmu. Untuk menguatkan kesan modern, kombinasikan juga dengan pagar besi dengan model bar atau garis lurus atau dengan model ukiran sederhana bernuansa klasik.
Karena penyebutannya, batu alam memang identik dengan suasana natural sebagai tema utamanya. Beberapa catatan ini, menyebutkan kelebihan dan kekurangan penggunaan batu alam sebagai bahan referensi sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya.
Kelebihan Batu Alam
· Ukurannya fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan· Memberikan kesan yang natural, elegan, dan mewah· Jika ada bagian yang rusak, lantai batu alam tetap tidak akan terlihat jelek· Tidak cepat rusak jika digunakan untuk lantai· Membuat rumah menjadi lebih berwarna dan tidak monoton· Harga jual rumah yang menggunakan batu alam akan jauh lebih mahal
Kekurangan Batu Alam
· Batu alam mempunyai pori-pori yang besar sehingga harus ditutupi dengan bahan khusus· Harga batu alam lebih mahal dibandingkan dengan keramik· Materialnya cenderung berat sehingga saat distribusi dan pemasangan cukup merepotkan· Penggunaan batu alam pada lantai dua bangunan harus memerhatikan struktur bangunan tersebut terlebih dahulu· Warnanya tidak bisa seragam, namun justru di situlah keunikannya