Selasa, 27 Januari 2026

Menyiasati Kendala Hunian ‘Smart Home‘


  • Selasa, 02 Oktober 2018 | 09:30
  • | Hunian
 Menyiasati Kendala Hunian ‘Smart Home‘ Pilih hunian smart home yang bisa dirasakan kenyamanannya oleh tiap penghuni (Net)

KECANGGIHAN teknologi, makin dimanfaatkan penggunaan oleh masyarakat. Tak terkecuali kalangan pengembang. Seperti yang tengah sedang trend, para pengembang perumahan kini momeluncurkan hunian berbasis teknologi atau smart home. smart home ini adalah hunian yang menggunakan sistem komputer yang bisa memberikan kenyamanan, keselamatan, keamanan, atau penghematan energi. Konsep hunian smart home saat ini sedang diincar karena menawarkan kemudahan bagi penghuninya.

Umumnya, permintaan konsumen dengan konsep semacam ini terhadap peminatan hunian partemen, karena penggunaan jasa asisten rumah tangga yang hanya dalam kala tertentu, berbeda dengan rumah tapak yang menggunakan jasa asisten rumah tangga setiap hari, bahkan tinggal dalam satu atap.

Meski demikian, hunian smart home juga mengalami beberapa kendala. Misalnya, pengaplikasian konsep rumah pintar, masih sebatas aplikasi dasar dan standar berbeda dengan negara-negara lain yang telah mengaplikasikan konsep smart home lebih canggih, seperti Korea Selatan. Masih banyak konsumen yang menolak untuk menggunakan konsep smart home karena khawatir dengan permasalahan listrik di Indonesia yang kerap terjadi gangguan atau pemadaman berjangka.

Selain itu, infrastruktur Indonesia belum cukup melampaui negara-negara luar terkait penyediaan internet of things, karena pemakaian konsep smart home juga mendasar pada penggunaan koneksi internet.

Karenanya, bagi para calon konsumen yang terpikat dengan kemudahan sarana smart home, sebelum memutuskan tinggal di rumah atau apartemen yang sarat kecanggihan teknologi, beberapa hal ini bisa menjadi panduan.

Perhatikan anggaran. Menghadirkan teknologi smart home membutuhkan biaya yang cukup besar, mulai dari pembelian hingga perawatannya. Untuk tetap memenuhi keinginan untuk memiliki smart home, tentukan smart appliances apa saja yang dibutuhkan, susun skala prioritas, mulailah menabung dan beli secara bertahap.

Pahami fitur teknologi yang tepat. Peralatan untuk smart home tak hanya sekadar canggih tapi juga harus bisa jadi solusi efektif keseharian. Penghuni perlu memahami teknologi mana yang dibutuhkan. Pilihlah teknologi smart home yang sesuai kebutuhan pribadi dan keluarga. Misalnya, jika memiliki anak, pastikan fitur smart home yang dipilih dapat mendukung proses belajar dan bermain si Kecil.

Tetap hati-hati. Meski peran penghuni sebagian sudah digantikan oleh teknologi, pemilik rumah tetaplah tuan rumah. Misalnya, meski pintu rumah sudah terkunci otomatis, tak ada salahnya untuk memeriksanya kembali.

Beri edukasi kepada anggota keluarga. Tak bisa dipungkiri, teknologi bisa menyebabkan ketergantungan yang membuat manusia lebih malas. Meski rumah sudah dilengkapi teknologi smart home, berilah edukasi dan pengertian kepada anggota keluarga untuk sesekali menggunakan cara konvensional, misalnya dengan berjalan ke dapur dan menghangatkan air untuk menyeduh kopi.

Yang perlu diingat, smart home bukan hanya dinikmati, tapi juga ini untuk anggota keluarga. Pilih “investasi” dengan cermat agar penghuninya nyaman hingga bertahun-tahun mendatang. Selain teknologi, dukung “rumah pintar” dengan struktur hunian yang sempurna, termasuk pada dinding.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hunian Terbaru