Selasa, 27 Januari 2026

Surabaya Masih Lahan Subur Produk Properti


  • Kamis, 27 Desember 2018 | 14:33
  • | Hunian
 Surabaya Masih Lahan Subur Produk Properti Subaraya pasar potensial properti (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Pasar properti Surabaya semakin menjanjikan sehingga diperkirakan akan terus tumbuh dan berkembang meski sejumlah pengamat memprediksi pertumbuhan properti akan melambat dalam beberapa tahun mendatang. Bahkan Surabaya akan menjadi kota yang paling diincar oleh investor dan pengembang properti, baik nasional maupun mancanegara setelah Jakarta.

Meningkatnya jumlah kelas menengah, sejalan dengan pendapatan masyarakat Jatim yang juga meningkat. kenyataan ini menempatkan kota Surabaya sebagai daerah yang masih terbilang menguntungkan untuk pasar properti. Sebagai jantung di Jawa Timur, Surabaya menjadi pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan. Tak ayal pertumbuahan properti begitu massif di kota ini.

Prospektifnya bisnis properti di Surabaya turut diamini Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim), Soekarwo. Menurutnya, pendapatan per kapita dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah Atas di Jatim terus meningkat, sementara angka kebutuhan hunian yang belum terpenuhi atau backlog di cukup tinggi.

Berdasarkan berbagai survei, backlog hunian di Jatim mencapai satu juta unit, sementara pendapatan per kapita Jatim hingga akhir tahun 2018 mencapai 4.275 US$, dan tahun depan diprediksi sebesar 4.400 US$. “Artinya kita sudah di upper middle income. Jadi, prospektus properti di Jatim bagus sekali,” tambahnya, di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut Soekarwo, meningkatnya jumlah kelas menengah tersebut, sejalan dengan pendapatan masyarakat Jatim yang juga meningkat. “Sebagian dari pendapatan tersebut digunakan untuk kepentingan rekreasi, dan konsumsi non makan minum, termasuk membeli properti. Apalagi, masih banyak masyarakat yang belum memiliki hunian,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini optimis pasar properti di Jatim khususnya Surabaya sangat cerah. “Menurut data Easy of doing business, Jatim nomor satu di Indonesia. Ini menurut publikasi Tahun 2018 dari Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore” katanya.

Senada dengan Sukarwo, Paulus Totok Lusida, Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) mengatakan, geliat properti di Surabaya utamanya di kelas menengah dengan harga Rp 300 – Rp 500 juta memiliki penjualan yang sangat bagus. “Kami di DPP REI optimis sektor properti akan terus bergerak. Kebutuhan untuk memiliki tempat tinggal sendiri akan terus ada dan kami akan terus berusaha memenuhi permintaan akan perumahan yang layak huni bagi masyarakat Indonesia,” ujar Paulus. Paulus mengatakan, letak Surabaya yang strategis dan dukungan pemerintah dalam hal pengembangan kota melalui penyediaan sarana infrastruktur hingga kemudahan berinvestasi sangat membantu bergeraknya bisnis di Surabaya. Salah satunya kemudahan dalam proses perizinan melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) yang digagas pemerintah untuk menarik minat investor.

Begitu juga dengan dukungan infrastruktur yang tak dapat dipisahkan dari bisnis properti. Surabaya dan sekitarnya sudah ditopang keberadaan insfrastruktur yang memadai seperti Jalan Tol Surabaya-Porong, Tol Surabaya-Mojokerto, Tol Waru Juanda dan Tol Surabaya Gresik. Untuk akses dalam kota Surabaya, saat ini telah saling terhubung melalui Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT), termasuk MERR yang mempermudah akses dari Wilayah Utara dan Timur Surabaya menuju Bandara dan wilayah lainnya yang telah selesai pada akhir tahun 2018.

Selain pengembang lokal, Surabaya sudah dikaveling-kaveling pengembang berskala nasional bahkan asing. Daerah Darma Rakyat, Kapas Krampung, Putro Agung dan Karang Empat merupakan lokasi real estate pertama di Surabaya. Berikutnya disusul pembangunan Kawasan Jembatan Merah dan Tunjungan disulap menjadi kawasan modern.

Surabaya pun berubah drastis menjadi kota modern yang makmur, penuh perkantoran kelas menengah, hotel-hotel mewah, kendaraan, pusat perbelanjaan yang prestisius dikelilingi perumahan-perumahan mewah dengan konsep kota taman (garden suburbs) hingga Kota Surabaya disebut-sebut sebagai “The most modern city in the indies.”

 

 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hunian Terbaru