Selasa, 27 Januari 2026

Median Harga Properti Hunian Nasional Alami Peningkatan


  • Rabu, 02 Mei 2018 | 22:15
  • | News
 Median Harga Properti Hunian  Nasional Alami Peningkatan Memasuki 2018, iklim pasar properti di tanah air menunjukan pertumbuhan yang baik. (Arahkita/Jack Gobang)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Rumah.com Property Index triwulan 1 mengungkapkan, median harga properti residensial nasional mencapai 104,7 atau naik sebesar 1,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017 yakni sebesar 103,6, namun merupakan penurunan sebesar 0,89 persen dibandingkan triwulan empat 2017 yang mencapai 105,6.

Rumah.com Property Index merupakan hasil analisis dari 400.000 lebih listing properti yang diakses oleh 5,5 juta pengunjung setiap bulan. Indeks ini menjadi acuan masyarakat dalam melakukan pembelian properti.

“Data Rumah.com Property Index ini cukup penting digunakan karena merupakan hasil analisis dari 400.000 lebih listing properti yang diakses oleh 5,5 juta pengunjung tiap bulan. Mereka juga mengunjungi 17 juta halaman properti kami setiap bulan,”jelas Country Manager Rumah.com Marine Novita

Dengan beragam teknik statistik, data dari 400.000 lebih listing properti residensial di Rumah.com dikumpulkan dan dianalisa untuk menunjukkan pergerakan penetuan harga dari sisi suplai.

Marine mengatakan, pencapaian selama dua tahun terakhir cenderung positif. "Sejauh ini median tertinggi pada triwulan pertama 2016 yakni 105,9. Semenjak saat itu, median terus berfluktuasi tapi tidak signifikan,"ujar Marine.

Memasuki 2018, sambung Marine iklim pasar properti di tanah air menunjukan pertumbuhan yang baik. Hal ini tak lepas dari upaya pemerintah dalam menstimulasi pembelian properti diantaranya seperti pencanangan program Satu Juta Rumah, suku bunga acuan yang hanya sebesar 4,25 persen, hingga maraknya pembangunan infrastruktur di berbagai pelosok Indonesia.

"Tahun ini tak diragukan lagi adalah Buyer's Time," lanjut Marine.

Indonesia Country Director Institute for Transportation & Development Policy, Yoga Adiwinarto, menambahkan peralihan hunian berkonsep Transit Oriented Development saat ini memiliki prospek cerah karena memiliki keunggulan dalam hal proksimitas ke berbagai jaringan transportasi publik.

"Hunian berkonsep TOD mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi karena salah satu faktor utama kemacetan adalah banyaknya kendaraan pribadi di jalan,"ujar Yoga.

Dengan demikian, lanjut Yoga, masyarakat berpotensi mulai mengalihkan pandangannya ke hunian berkonsep TOD.

Rumah.com Property Index menunjukkan optimisme penjual dan mengindikasikan level harga yang diharapkan oleh pemberi suplai residensial di pasar. Dalam hal ini adalah para pengembang dan penjual perorangan.

Ia menambahkan, Rumah.com Property Index dihadirkan untuk membantu masyarakat memahami pergerakan pasar properti dengan lebih baik. Para pembeli bisa mendapatkan informasi harga yang masuk akal dan sesuai dengan sentimen pasar.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan mengutarakan, dalam satu tahun terakhir, pasar properti nasional terlah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun demikian, index belum bisa mencapai titik tertinggi sejak 2015, yakni 105,9 yang terjadi pada Q1 2016.

Penurunan index harga properti residensial nasional pada Q1 2018 dipengaruhi penurunan yang terjadi di sejumlah provinsi pada hunian. DKI turun sebesar 0,39% pada Q1 2018. Sementara Banten mengalami penurunan sebesar 1,8% dan Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 2,1%.

“Dari sisi suplai properti residensial secara nasional, berdasarkan Rumah.com Property Index mengalami kenaikan sebsar 6,8% pada Q1 2018 dibandingkan dengan Q4 2017. Secara tahunan, suplai properti residensial nasional mengalami peningkatan sebesar 8,1%,” jelas Ike.

Josua Pardede, Ekonom PermataBank, menambahkan, dari sisi makro ekonomi nasional diperkirakan tumbuh sebesar 5,13% secara year-on-year pada kuartal pertama (Q1) 2018.

Kenaikan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yang mencapai 5,19%. Meski demikian, perekonomian diperkirakan tumbuh hingga 5,17% pada Q2 2018.

Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Bank Indonesia 7-Day Repo Rate (BI 7 Day RR) sebesar 4,25%. Besaran suku bunga ini sudah dipertahankan sejak September 2017. (Jack Gobang)

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru